Tampilkan postingan dengan label My Idol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Idol. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Agustus 2011

Killing Me Inside


Band killing me inside adalah band yang bergenre Modern Rock atau juga Emo. Band ini berdiri pada awal tahun 2006 dengan personil awal yaitu: Sansan sebagai vokalis, Raka dan Josaphat sebagai gitaris, Onadio sebagai bassis dan Rendy pada drum. Namun pada pertengahan 2008, Raka (gitaris) Killing Me Inside terpaksa mengundurkan diri untuk bergabung dengan band lain (Vierra) karena beberapa alasan.

Menurut tulisan Raka di Myspace "Gue harus mengundurkan diri dari band ini (Killms) karena adanya bentrok antara 2 band yaitu Killing Me Inside dan Vierra. Kedua band ini akan menjalankan kontrak dimana suatu pihak tidak membolehkan playernya untuk mempunyai lebih dari 1 band. Saat ini gue berada di posisi yang bagi gue hasil akhirnya sama skali bukan apa yang gua inginkan, dimana gue diharuskan untuk memilih Vierra yang disebabkan oleh "suatu faktor keluarga" yang sama sekali gak bisa gue tolak,"

Ketika memasuki tahun 2009, setelah beberapa kali manggung dan tour Sansan (Vokalis) dan Rendy (Drum) meninggalkan band dan juga karena beberapa alasan. Sansan sebagai vokalis keluar karena memang pilihannya dia sendiri untuk keluar (sekarang ada di Pee Wee Gaskins) dan Rendy sebagai Drummer mengundurkan diri karena sibuk untuk rencana jangka panjangnya demi masa depan.

Formasi terbaru (saat artikel ini ditulis)adalah sebagai berikut: Onadio sebagai vokalis, Josaphat pada gitar, Agung pada bass dan Davi untuk menggantikan Rendy pada drum. Band ini sudah mempunyai satu album yaitu "A Fresh Start For Something New" yang hitsnya lagunya yaitu "The Tormented".

Jumat, 21 Januari 2011

Joe Sandy





Nama : Joshua Sandy [Joe Sandy]
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Tempat/Tanggal Lahir : Subang, 02 April 1973


Biogarfi:
Joshua Sandy atau lebih terkenal dengan nama Joe Sandy adalah pemenang di ajang The Master, yang merupakan ajang pencarian bakat untuk para pesulap di Indonesia.

Pria kelahiran Subang, 2 April 1973 sebelum memutuskan jadi pesulap adalah seorang pekerja kantoran di sebuah bank. Setelah keluar dari profesinya, ia serius menekuni dunia entertainment dengan menjadi pembawa acara.

Namun sejak menjadi pemenang di The Master, Joe fokus sebagai pesulap 100%. Joe yang punya hobi membaca dan mempelajari banyak hal ini percaya membaca adalah jendela ke segala pengetahuan termasuk kekuatan pikiran. Oleh karenanya, genre sulap yang ia tekuni adalah mentalist.

Masa kecil Joe yang tak memiliki figur seorang ayah tak membuatnya lemah. Karena ia mendapat kasih sayang berlimpah dari almarhumah ibunya dan adiknya. Lewat pengetahuan-pengetahuan yang ia miliki, Joe berambisi untuk mengubah image mentalist yang menyeramkan dengan aksi-aksinya yang fun.

Sumber : http://pedasmaniscinta.blogspot.com/2009/05/biodata-joe-sandy-master.html

David Copperfield




David Copperfield (nama asli: David Seth Kotkin lahir di Metuchen, New Jersey, Amerika Serikat, 16 September 1956; umur 54 tahun) adalah pesulap dan ilusionis yang telah 21 kali memenangkan Penghargaan Emmy. Di antara ilusinya yang terkenal adalah pertunjukan "menghilangkan" Patung Liberty, "terbang" di atas Grand Canyon, dan "berjalan menembus" Tembok Besar di RRC.

Biografi :
Copperfield mulai bermain sulap sejak berusia 12 tahun, dan menjadi pesulap termuda yang diterima sebagai anggota Society of American Magicians[1] Sewaktu berusia 16, Universitas New York sudah mengundangnya untuk mengajar kursus sulap.[2] Nama "David Copperfield" diambilnya dari tokoh fiksi bernama David Copperfield yang muncul dalam novel berjudul sama, David Copperfield karya Charles Dickens. Pada usia 19 tahun, Copperfield sudah mengadakan pertunjukan besar di Hotel Pagoda, Honolulu, Hawaii.[2]

Sebagian besar penampilan Copperfield berupa acara spesial televisi dan sebagai bintang tamu dalam acara televisi. Di layar lebar, Copperfield pernah bermain sebagai Ken si pesulap dalam film horor Terror Train produksi tahun 1980. Selain itu, Copperfield pernah tampil sebagai figuran dalam film Prêt-à-Porter (1984), namun namanya tidak dicantumkan dalam daftar pemain.

Pada tahun 1982, Copperfield mendirikan yayasan Project Magic[3] untuk membantu rehabilitasi pasien yang mengalami lumpuh tangan dengan mengajarkan gerakan sulap sebagai salah satu metode terapi fisik. Metode yang dikembangkannya mendapat akreditasi dari American Occupational Therapy Association, dan digunakan di lebih dari 1.100 rumah sakit di 30 negara di dunia.

Pada tahun 1996, Copperfield menulis antologi fiksi berjudul David Copperfield’s Tales of the Impossible yang mengambil latar belakang dunia sulap dan ilusi. Dalam penulisan buku tersebut Copperfield bekerja sama Dean Koontz, Joyce Carol Oates, Ray Bradbury, dan anggota tim yang lain. Pada tahun berikutnya terbit volume kedua, David Copperfield's Beyond Imagination (1997).

Copperfield memiliki Museum Internasional dan Perpustakaan Seni Sulap di Las Vegas, Nevada. Museum tersebut didirikan sebagai usaha Copperfield untuk melestarikan sejarah seni sulap, dan koleksi perangkat sulap antik, buku, dan benda-benda yang berkaitan dengan seni sulap.

Majalah Forbes melaporkan David Copperfield memiliki penghasilan sebesar 57 juta dolar AS pada tahun 2003. Jumlah tersebut menjadikannya berada di urutan ke-10 selebritas dengan bayaran paling mahal di dunia. Pada tahun 2004, penghasilannya diperkirakan sebesar 57 juta dolar AS (urutan ke-35), sedangkan penghasilannya pada tahun 2005 tetap berjumlah 57 juta dolar AS, namun turun ke urutan ke-41 dalam daftar selebritas top dunia.[4] Setiap tahunnya, David Copperfield melakukan lebih dari 550 pertunjukan di seluruh dunia.[5]

Copperfield pernah bertunangan dengan supermodel Claudia Schiffer. Setelah berhubungan selama 6 tahun, mereka berpisah pada tahun 1999.

Ayah Copperfield yang bernama Hyman Kotkin alias Hy meninggal dunia pada bulan Februari 2006 di San Diego, California. Semasa hidupnya, Hy sering menemani anaknya sewaktu melakukan tur keliling dunia. Copperfield memiliki situs web Remember Hy untuk mengenang ayahnya.

Pada bulan April 2006, Copperfield dan dua asisten wanitanya menjadi korban perampokan bersenjata di West Palm Beach, Florida. Pada waktu itu, mereka baru saja selesai melakukan pertunjukan ketika dirampok kelompok perampok muda usia. Kedua asistennya menyerahkan semua uang, paspor, dan telepon genggam yang dimiliki. Namun menurut pernyataan yang diberikannya kepada polisi, Copperfield tidak memberikan apa-apa kepada si perampok. Copperfield mengaku dirinya menggunakan kecepatan tangan pesulap untuk menyembunyikan harta bendanya.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/David_Copperfield_(pesulap)

Kamis, 20 Januari 2011

Geisha




Geisha berdiri pada akhir Desember 2003. Band ini telah meraih beragam prestasi musik di kota asalnya Pekanbaru. Kesuksesan luar biasa dicapai band yang terdiri dari Momo[vocal],Roby[guitar]leader,Aan[drum], Amek[keyboard] dan Bernard[bass]ini, saat menjadi finalis A Mild Live Wanted 2007.
geisha-band

Awalnya band ini bernama Jingga. Personel Jingga waktu itu terdiri dari Febri[drum]leader,Momo[vocal],Roby[guitar],Aan[guitar], Amek[keyboard], dan Bernard[bass]. Hits lagu indie yang pernah mereka keluarkan diantaranya, Hey_ya(untuk selamanya), Sya La La, Cintaku Hilang. Lagu Untuk Selamanya adalah lagu yang telah dirilis ulang untuk kompilasi A Mild Live Wanted 2007 bersama dengan D’Masiv.


Lagu-lagu Geisha Band merupakan karya-karya musik yang mengisahkan sisi kehidupan yang banyak terjadi di sekitar kita. Geisha sendiri terjun dialiran art rock progressive, karena dalam penciptaan lagu, Geisha Band memadukan berbagai unsur-unsur yang berbeda, sehingga menjadi sebuah ciri khas dari Geisha dengan hentakan musik rock dan alunan beat yang cukup kencang.
geisha
Tahun 2009, Geisha akhirnya mendapat kontrak dengan Musica Studios untuk album perdana yang bertitelkan Anugerah Terindah. Mereka pun mengandalkan lagu yang berjudul “Jujurlah Padaku”.

Sumber : http://fansclubartis.wordpress.com/2009/09/25/profil-geisha-band/

Vierra






VIERRA adalah sebuah band asal Jakarta yang beranggotakan Widy (vocal), Kevin Aprilio (piano/keyboard), Tryan (drum, backing vocal) dan Raka (guitar). Awalnya Kevin menggunakan nama Andante untuk band yang didirikannya 2008 lalu. Merasa kurang cathy terdengar ditelinga kemudian Tryan mengusulkan menggunakan VIERRA sebagai pengganti nama bandnya yang berarti ‘Empat’.



Persahabatan mereka dimulai melalui internet. Dengan menggunakan situs pertemanan, Tryan yang lebih dulu sudah berteman dengan Kevin mengenalkan Raka kepada Kevin. Setelah setuju untuk mendirikan sebuah band, kemudian mereka mencari satu orang lagi untuk mengisi posisi vocal. Lalu Raka pun mengenalkan Widy kepada Tryan dan Kevin juga melalui situs petemanan yang sama. Merasa karakter vocal Widy yang tinggi dan lembut cocok dengan konsep musik VIERRA, akhirnya gadis kelahiran 1990 ini pun masuk sebagai vokalis VIERRA.



Personil dan konsep musik sudah ada, kini tinggal membuat demo dan mengirimnya ke perusahaan rekaman. Dengan bermodalkan sebuah demo, Kevin memberanikan diri mengajukan demo CD-nya ke salah satu perusahaan rekaman di Indonesia, yaitu Musica Studio’s. Tetapi setelah pihak Musica Studio’s mendengarkan demo VIERRA, pihak Musica Studio’s kurang setuju dengan konsep musik yang dibawakan Kevin dan kawan-kawan karena musik Vierra saat itu kurang pas jika dibawakan anak-anak seusia mereka. Tak merasa gentar, Kevin, Widy, Tryan dan Raka kembali bermusik dan membuat karya yang lebih ‘jujur’. Dan untuk kedua kalinya VIERRA kembali mengajukan demo-nya ke Musica Studio’s, akhirnya pihak Musica Studio’s setuju untuk merilis album VIERRA.



Dan pada Februari 2009, album debut VIERRA yang betajuk “My First Love” dirilis di Indonesia. Animo masyarakat tentang album “My First Love” pun sangat tinggi. Pasalnya, hadirnya VIERRA di belantika musik Indonesia sudah sangat di nanti-nanti masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak, belakangan ini penggemar musik Indonesia sudah jenuh dengan musik yang memiliki nuansa sama dan repetitive. Lain dengan musik yang ditawarkan VIERRA di album debutnya, “My First Love” yang segar, jujur.dan polos. Secara musikal, mereka lebih suka menyebut lagu-lagu mereka berada di jalur power pop atau pop disney. Kepolosan, keyakinan dan keinginan untuk sharing jadi modal utama dari perjalanan Vierra. Dan sepertinya, itu semua modal yang mereka miliki memang bisa membedakan mereka dari band lain yang banyak beredar. Dan itu sebuah modal yang kuat untuk bisa menjaga eksistensi mereka di dunia musik. Tentunya dengan bantuan dari semua penikmat musik di Indonesia. Mari berbagi cerita bersama Vierra.


Sumber : http://www.musica-studios.co.id/?show=artist&pages_id=268&detail=1