Rabu, 03 Agustus 2011

F-4 Version Of The Boys At 9A_Bab 5


Halaman 1:

Sudah kurang lebih 2 minggu telah berlalu pasca persaingan antara Agung dan Fahri yang membuat Fahri sangat kecewa berat akan peristiwa tersebut. Fahri terus berusaha untuk melupakan kejadian tersebut dan Isna dengan berbagai cara termasuk dengan memperbanyak aktivitasnya. Hari ini adalah hari Minggu, hari untuk berahkir pekan. Mengingat hal itu, ia mengganti pakaiannya untuk melakukan jogging di tepian Sungai Mahakam sambil juga menghirup udara segar pagi hari karena belum terlalu banyak kendaraan berlalu lalang.

“ Ma, aku mau pergi jogging dulu mumpung akhir pekan jadi besok jadi segar, bolehkan ma ? “ tanya Fahri

“ Iya, tapi jangan lama-lama “ pesan Ibunya

“ Iya bu, tenang aja, Fahri ingat kok pesan Ibu “ balas Fahri

“ Ya udah, Fahri pergi dulu assalammualaikum…” lanjut Fahri

“ Iya, walaikumsalam “ balas Ibunya. Fahri mulai berlari untuk mengeluarkan keringatnya. Fahri mulai masuk di area tepian Sungai Mahakam, ia langsung melihat burung-burung berkicau dan kupu-kupu berterbangan menandakan bahwa indahnya hari Minggu hari ini.

Lama – kelamaan Fahri mulai merasa kecapekan karena dari tadi ia berlari. Ia kemudian mencari tempat untuk duduk di area taman pinggiran Sungai Mahakam. Tak beberapa menit kemudian ia mendapatkan tempat duduk yang enak bisa menikmati indahnya bunga-bunga yang di tata di taman. Ketika ia duduk, ia kembali teringat akan kejadi sekitar 2 minggu lalu yang membuatnya kecewa ta;pi kini Fahri coba untuk bangkit dan menatap masa depan yang cerah dan indah yang telah menunggunya.

“ Baiklah aku sudah dapat jawaban diantara kalian berdua..” sahut Isna

“ Jadi…” lanjut Isna

“ Aku lebih milih Agung daripada kamu Fahri, maafkan aku ya Fahri…” sahut Isna sambil menarik tangan Agung

“ Iya gak papah Is..”. Fahri mengingat akan perkataan Isna yang lebih memlih Agung. Fahri melamun bagaimana jika yang dipilih oleh Isna adalah Agung. Tiba-tiba ada sebuah bola yang melayang ke arah belakang kepalanya.

“ Aduh sakit…sial, lagi asik melamun eh niy bola datang “ ujar Fahri. Tak lama kemudian seorang anak laki-laki datang menghampiri Fahri untuk meminta bola yang tadi mengenai kepala belakangnya.

“ Maaf kak, …” ujar anak kecil tersebut

“ Iya gak papah, lain kali kalau main bolanya hati-hati ya dek..” balas Fahri dengan mengelus kepala anak tersebut sambil tersenyum

“ Iya kak, bolanya mana kak ?” tanya anak kecil tersebut



Halaman 2:

“ Oh, ini dek..” senyum Fahri

“ Makasih ya kak “ balas anak tersebut sambil berlari menuju ke arah teman-teman sebayanya yang menanti kehadirannya. Energi dan kekuatan Fahri mulai terisi seiring ia dari tadi beristirahat. Fahri kini duduk mengarah ke arah Sungai Mahakam. Di tengah-tengah Sungai Mahakam, terdapat sebuah pulau dan pulau ini merupakan salah satu pulau buatan yang dibuat oleh anak bangsa sendiri. Pulau tersebut di beri nama Pulau Kumala dan di dalamnya terdapat tempat-tempat rekreasi dan hiburan serta di depannya terdapat Patung Lembuswana yang merupakan maskot dari Kabupaten Kutai Kartanegara yang diambil dari sebuah kisah bahwa Lembuswana adalah kendaraan yang dipakai oleh para Raja-Raja Kerajaan Hindu Kutai dan dianggap adalah hewan dewa karena hampir setiap bagian tubuh luarnya mewakili tiap hewan di Bumi. Jika Fahri berbalik ke arah belakang ada kompleks perkantoran Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara yang terdiri dari berbagai intansi dinas.

Back to story, Fahri mulai merasa segar kembali dan melanjutkan untuk jogging mengelilingi area tepian Sungai Mahakam. Ketika Fahri jogging di sekitarnya banyak sekali warga Kota Tenggarong yang berolahraga entah itu jogging, main bulu tangkis, main sepak bola dan masih banyak lagi. Ia mulai merasa halus dan ingin sekali untuk mencari minuman untuk diminum. Tak perlu waktu lama, ia telah mendapatkan sebuah penjual minuman.

“ Mas, berapa minuman ini ?” tanya Fahri sambil menunjukkan minuman yang ia maksud

“Cuma itu den..harganya Rp 3000,” balas penjual minuman tersebut

“ Iya ini aja mas, ini uangnya “ balas Fahri sambil memberikan uangnya kepada penjual minuman tersebut

“ Makasih ya mas “ balas penjual tersebut

“ Ya, sama-sama mas..” ujar Fahri dengan tersenyum

“ Tunggu dulu den, uangnya lebih Rp 5.000 “ sahut penjual minuman tersebut

“ Gak papak kok mas, ambil aja kembaliannya “ balas Fahri menolak

“ Makasih banyak mas..” ucap penjual minuman tersebut

“ Iya mas..” balas Fahri sambil meninggalkan penjual minuman tersebut. Fahri senang bisa membantu sesamanya yang kurang mampu. Fahri kemudian membuka minuman kamasan tersebut dan langsung meminumnya. Setelah selesai, ia melihat ke jam tanganya. Ternyata sebentar lagi pukul 8 pagi, ia harus pulang karena kalau tidak ia akan dimarahin oleh kedua orangtuanya.

Fahri mulai berlari menuju ke kediamannya. Sewaktu ia pulang lalu lalang kendaraan masih belum terlalu nampak di jalan-jalan Kota Tenggarong. 30 menit berlalu, Fahri tiba di kediamannya dan segera masuk ke dalam rumah sebelum kedua orangtuanya melihat Fahri bahwa ia telah melanggar janjinya.



Halaman 3:

Di lain tempat yaitu di kediaman Dopang, Dopang telah selesai berpakaian rapi untuk pergi beribadah menuju Gereja.

“ Pergi gereja lagi..” ucap Dopang

“ Mana lagi niy adik, katanya mau sama-sama dengan aku “ pikir Dopang

“ Tunggu bentar kak, ini sedikit lagi selesai kok, aku berpakaian “ ujar adik Dopang

“ Iya, iya..” balas Dopang

“ Nah, udah selesai kan kak, ayo kita berangkat ke gereja “ ajak adik Dopang

“ Iya, naik sudah..” balas Dopang

“Baik kak” balas adik Dopang. Dopang yang merupakan seorang Kristiani melakukan rutinitasnya setiap hari Minggu yatiu dengan pergi ke gereja bersama keluarganya di kediamannya. Di lain kediaman anggota F-4 boys yaitu di rumah Wicesa, ia tengah merawat hewan peliharannya . Wicesa termasuk anggota F-4 yang paling suka memelihara binatang. Di kediamannya ia memelihara 4 ekor hamster, 2 pasang jantan dan betina dan sisanya adalah anak dari sepasang hamster tersebut.

“ Ini, makanan kalian..” ucap Wicesa

‘ Makan yang banyak ya, teman-teman..” lanjut Wicesa. Wicesa memperhatikan tingkah laku hewan peliharannya tersebut. Tak lama kemudian Ibunya memanggil Wicesa.

“ Cesa..” sahut Ibunda Wicesa

“ Iya apa ma ?” sahut Wicesa

“ Hamstermu sudah kamu beri makan gak ?” tanya Ibunya

“ Udah ma, mereka malah makan yang banyak “ jawab Wicesa

“ Oh bagus itu ces..” balas Ibunya. Di lain kediaman F-4 boys yang lain yaitu di kediaman Agung. Agung kini tengah bermain bulu tangkis di halaman rumahnya bersama Ayahanya. Agung dan Bapaknya menunjukkan keahlian mereka dalam bermain bulu tangkis.

“ Ini gung, Ayah bakalan nyemash, bisa gak kamu kembalikkan “ sahut Ayahanda Agung sambil loncat untuk memukul cock dengan raket

“ Baik Ayah, mana…” balas Agung. Ayahnya pun menyemash cock tersebut ke arah Agung dengan sangat keras dan ternyata Agung berhasil mengembalikkan cock tersebut kepada Ayahnya.

“ Kurang keras Ayah..hahaha” tawa Agung

“ Ok gung, ntar Ayah kasih yang lebih keras “ balas Ayahnya. Agung terus bermain bulu tangkis dengan Ayahnya. 15 menit kemudian, ia dan Ayahanya mulai merasakan



Halaman 4:

kelelahan dan terpaksa pemainan pun berhenti. Kemudian Agung masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil Handphonenya.

“ Hm, ada SMS masuk, dari siapa ya ??” pikir Agung. Agung kemudian membuka SMS masuk, ternyata SMS tersebut berasal dari Isna.

“ Hay honey, udah bangun lum “ tanya Isna dalam SMS. Setelah melihat pertanyaan Isna tersebut, ia langsung membalasnya dan terjadilah sebuah pertistiwa yang banyak anak zaman sekrang menyebutnya SMSan dan di dalam SMS tersebut berisi kata-kata yang lebay dari kalangan remaja masa kini.

“ Udah dong honey..” balas Agung

“ Pasti belum mandi kan ?” tanya Isna kembali

“ Ya belum lah, ini baru mau mandi sayang, kenapa ?” tanya Agung dalam SMS

“ Gak papah sayang..” balas Isna. SMSan mereka sempat terhenti sejenak karena Agung yang pergi menuju ke kamar mandi untuk mandi dan membersihkan badannya. Ketika Agung masuk ke dalam kamar dan telah selesai berpakaian, ia membuka kembali kotak masuk SMSnya dan ternyata ada SMS lagi yang berasal dari Isna.

“ Honey, ntar malam kita ke tepian Sungai Mahakam, ntar aku tunggu di sana, ok honey ?” tanya Isna

“ Iya sayang, aku jemput kamu kah ?” tanya Agung

“ Gak sayang, gak usah ntar aku naik motor sendiri ke sana “ jawab Isna

“ Ok sayang..” balas Agung. SMSan Agung dengan Isna terhenti namun tak lama kemudian, ada SMS masuk yang merupakan SMS dari mantannya Agung.

“ Gung, ntar kita ketemuan di pinggiran Sungai Mahakam ya soalnya aku lama gak ketemu kamu lagi “ ajak mantan Agung tersebut dalam SMS

“ Iya ..” balas Agung. Tiba-tiba terlintas sebuah pikiran di dalam benak Agung mengenai Isna

“ Hm, aku kan udah gak sayang lagi sama Isna, lagi pula aku hanya pengen membuktikan bahwa aku bisa mengalahkan Fahri dalam memperebutkan wanita, saatnya aku memutuskan Isna malam ini di tepian Sungai Mahakam dengan cara aku memeluk mantanku, benar “ ucap Agung dalam hatinya. Agung mulai tak menyukai Isna lagi dan lagipula ia memang tak ada rasa sayang dan cinta terhadap Isna namun sekali lagi hanya untuk menunjukkan bahwa ia dapat mengalahkan Fahri dalam memperebutkan wanita. Agung kemudian memikirkan cara agar Isna dapat melihat dia sedang berpelukkan dengan wanita lain.

Di kediaman Fahri, Fahri sedang mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti mencuci baju, menyetrika baju, mencuci piring dan sebagainya. Ia melakukan semua hal itu untuk



Halaman 5:

membantu Ibunya dalam menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Fahri baru saja beristirahat selesai membantu Ibunya namun tiba-tiba Ibunda Fahri menyuruhkan sesuatu kepada Fahri.

“ Fahri “ sahut Ibunda Fahri

“ Iya bu, ada apa ?” tanya Fahri

“ Nanti sore menjelang malam antar Ibu ya ke rumah teman Ibu yang dekat Bukit Biru “ jawab Ibunya

“ Iya bu..” balas Fahri. Kemudian Fahri kembali beristirahat untuk melepas penat namun ia mulai merasa mengantuk setelah berisitirahat.

“ Huuuaaah !!!” Fahri menguap sambil mentup mulutnya

“ Hah, baru jam 1 siang, aku mau tidur dulu, lumayan ngisi tenaga dan energi dan ntar sore ngantar Ibu deh “ ucap Fahri

“ Ah, enak, saatnya tidur “ ujar Fahri. Bukit Biru merupakan semua nama daerah di Tenggarong yang memang berada di sebuah bukit. Fahri mulai tertidur di dalam mimpi. Di dalam mimpinya ia bermimpi bahwa ia menjadi seorang yang sukses dan berhasil di masa depan serta berguna bagi bangsa dan negara tapi begitulah semua impian manusia di dunia ini, tak mungkin ada orang yang bermimpi menjadi seorang yang buruk. Namun jangan pernah bermimpi tapi berusaha jugalah jika keinginan dan impian tersebut tercapai.

Back to story, Fahri telah tidur kurang lebih 3 jam lamanya, ia terbangun karena ada seorang anak tentangganya yang bermain bola sangat ribut sekali.

“ Aduh, ributnya pang ..” ujar Fahri

“ Tapi tak papah lah, supaya persepakbolaan Indonesia maju, jayo ank-anak “ teriak Fahri. Ia terbangun dan melihat ke arah jam dindingnya yang berada di dalam kamar.

“ Astaga udah jam 4, untung aja cepat aku bangun “ kaget Fahri

“ Tanya Ibu dulu “ lanjut Fahri. Fahri menuju keluar kamar dan menghampiri Ibunya yang sedang menikmati secangkir teh manis di luar rumah.

“ Ibu, diantarnya sekarang kah ?” tanya Fahri

“ Ya gak lah Fahri, nanti aja sekitar jam 6 sore “ jawab Ibunya

“ Baik bu..” balas Fahri sambil meninggalkan Ibunya

“ Oh ya Fahri..” sahut Ibunya

“ Iya apa bu ?” tanya Fahri berhenti berjalan

“ Kamu mandi dulu sana, udah sore ini “ jawab Ibunya



Halaman 6:



“ Iya bu “ balas Fahri. Fahri pun pergi mandi. Setelah usai, Fahri pergi berpakaian untuk mengganti baju lamanya. Fahri melihat ke arah jam dindingnya yang sudah menunjukkan pukul setengah 6 sore. Ia langsung menghampiri Ibunya yang berada di luar rumah.

“ Ibu ayo..” sahut Fahri

“ Ibu berpakaian sudah sana, udah mau jam 6 ini “ lanjut Fahri berbicara

“ Iya Fahri, kamu siapain motor aja ya..” balas Ibunya

“ Iya Ibu..” senyum Fahri. Fahri mulai mempersiapkan motornya untuk mengantar Ibunya menuju ke rumah teman Ibunya. Ibunya kini telah selesai berpakaian dan berdandan. Fahri kemudian menyuruh Ibunya untuk menuju ke motor sedangan Fahri berpamitan dahulu ke Ayahnya yang sedang merawat tanaman hias.

“ Ayah, Fahri pergi dulu..” sahut Fahri

“ Iya nak, hati-hati di jalan sama Ibumu “ balas Ayahnya

“ Iya Pak, assalammualaikum “ balas Fahri

“ Walaikumsalam “ balas Ayahnya. Fahri mulai menyalakan mesin motornya dan kemudian mengendarainya menuju ke rumah teman Ibunya. Di lain tempat di kediaman Agung, ia telah selesai berpakaian dan ingin menuju ke tepian Sungai Mahakam untuk menepati janjinya kepada Isna tadi melalui SMS. Sebelum ia pergi, ada sebuah kotak masuk SMS masuk ke dalam handphonenya.

“ Sayang, ntar bawa bunga mawar yang waktu kamu tembak aku di taman sekolah, ok ? “ ucap Isna dalam SMS

“ Iya sayang “ balas Agung

“ Makasih ya sayang “ balas Isna dalam SMS

“ Iya,sama-sama” balas Agung. Agung kemudian meminta izin kepada Ibunya untuk pergi menuju ke tepian Sungai Mahakam, setelah itu ia langsung saja pergi meninggalkan kediamannya. Di sepanjang perjalanan menuju tepian Mahakam ia terus saja bernyanyi dan menebar pesona kepada pengendara motor yaitu remaja-remaja wanita. Tak memerlukan waktu yang lama, ia telah sampai di tepian Sungai Mahakam. Namun Isna telah berada terlebih dahulu di tepian Sungai Mahakam sambil menunggu Agung. Agung memarkirkan motornya dan mengambil bunga mawar yang ia pakai ketika menyatakan cinta kepada Isna di taman sekolah. Ketika Agung baru saja berjalan beberapa langkah dari parkiran sepeda motor, ia melihat ada mantannya yang tengah berdiri. Melihat itu, Agung membuang bunga mawar merah tersebut.



Halaman 7:

Tempat di mana mantan Agung berdiri tak jauh dari tempat di mana Isna berada, jadi jika Isna berbalik ke belakang terlihat lah mantang Agung tersebut. Mantan Agung tersebut langsung berteriak memanggil Agung.

“ Agung…!!” sahut mantan Agung tersebut. Agung pun membalasnya dengan senyuman sambil mendekati mantannya tersebut. Ketika telah sampai di hadapan mantannya tersebut, tanpa berkata sepata kata apapun di antara mereka berdua, mantan Agung langsung saja memeluk Agung tapi Agung tak memberikan sedikit respon.

“ Aku lama gak ketemu sama kamu gung “ peluk mantan Agung tersebut

“ Iya..” balas Agung

“ Kamu,ke mana aja selama ini ?” tanya Agung

“ Ya, aku pindah ke Jakarta, tapi setahun kemudian Ayahku kembali dipindahkan ke sini ya sudah, aku kembali ke sini “ jawab mantan Agung tersebut yang masih saja memeluk Agung

“ Oh..” balas Agung. Isna mulai resah menunggu kedatangan Agung, ia terpikir bahwa pasti ia akan ke sini dengan menggunakan sepeda motor. Mengingat hal itu, Isna langsung berbalik mengarah ke arah parkiran sepeda motor. Namun apa yang dilihat Isna bukannya hanya Agung yang datang tetapi Isna melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Agung tengah berpelukkan dengan wanita lain. Isna kemudian berdiri dan hanya bisa terdiam melihat kejadian tersebut serta menjatuhkan bunga mawar putih yang ia bawa untuk Agung. Isna tak bisa mengeluarkan sepatah kata apapun untuk memberikan respon atas kejadian tersebut, ia hanya bisa terdiam berdiri melihat semua itu terjadi. Isna kemudian berlari menuju ke tempat lain sambil menangis karena tak menyangka orang yang sudah menemani hari-harinya sekitar 2 minggu lebihnya ternyata berselingkuh dengan wanita lain. Agung tak melihat bahwa Isna telah mendapati dia tengah berpelukkan dengan wanita lain aka tetapi justru mantan Agung tersebut mengajak Agung berkeliling tepian Sungai Mahakam dengan berjalan kaki sambil menikmati indahnya malam di Kota Tenggarong namun dengan arah yang berbalik arah, Agung dan mantannya berjalan menuju ke arah selatan sedangkan Isna berjalan ke arah utara.

Isna hanya bisa terus meneteskan air mata tanda kepedihan cintanya. Ia tak menyangka Agung tega membuangnya seakan ia tak pernah ada di matanya, serta mengahancurkan semua harapan Isna bahwa Agung adalah seorang lelaki yang tampan dan setia kepada pasanganya. Ia pun membuang bunga mawar putih tersebut ke Sungai Mahakam.

Di lain tempat, Fahri telah selesai mengantar Ibunya dan kini ia ingin kembali menuju ke kediamannya. Di perjalanan, ia selalu melihat ke kiri dan kanan untuk mengetahui suasana Kota Tenggarong di malam hari. Pandangannya tiba-tiba terhenti ketika melihat Isna yang tengah menangis di tepian Sungai Mahakam, Fahri langsung berbalik arah menuju ke parkian tepian Sungai Mahakam untuk melihat Isna. Ketika ia turun dan selesai memarkirkan motornya, ia melihat sebuah bunga mawar merah yang bertuliskan Isna.



Halaman 8:

“ Kok, bunga ini ada di sini “ ucap Fahri mengangkat bunga mawar merah tersebut

“ Ini kan bunga mawar merah yang Agung punya, ketika ia menyatakan cinta di taman sekolah “ lanjut Fahri. Ia kemudian mengambil bunga mawar merah tersebut dan bergegas menuju ke tempat Isna yang sedang menangis. Isna di sana terus saja meneteskan air mata serta menutup wajahnya karena ia sangat menyesal karena telah menerima Agung menjadi seorang pacarnya dan tidak menerima sarannya bahwa Agung hanya mempermainkannya. Isna terus saja menangis dan menangis tanpa memperhatikan orang disekelilingnya.

Tiba-tiba Isna merasakan ada seorang yang datang mendekatinya yang sebenarnya adalah Fahri. Fahri datang duduk disamping Isna sambil mengambil bunga mawar putih yang dijatuhkan Isna tadi dan Isna pun merasakan ada orang yang duduk di sampingnya.

“ Kenapa kamu disini Fahri ?” tanya Isna sambil mengusap matanya dari tetesan air mata

“ Gak papah..” balas Fahri dengan tersenyum

“ Oh..” balas Isna sambil terus mengusap matanya

“ Ini pasti bunga mawarmu kan ??” tanya Fahri dengan memberikan bunga mawar merah tersebut kepada Isna

“ Kalau bunga mawar putih ini punya kamu juga kan ?” balas Fahri

“ Iya “ balas Isna dengan mengambil bunga mawar putih dan bunga mawar merah tersebut

“ Kamu mendapatkannya dari mana ?” tanya Isna kembali

“ Aku mendapatkannya sewaktu aku datang ke sini tepatnya di parkiran tepian “ jawab Fahri

“ Terima kasih ya Fahri..” ujar Isna

“ Iya, sama-sama…kamu mengapa menangis Isna ?” tanya Fahri

“ Aku gak menangis kok Fahri…” jawab Isna

“ Itu kenapa kamu meneteskan air mata dan matamu merah “ balas Fahri

“ Oh, iya, aku ngaku Fahri, kalau aku menangis..” balas Isna

“ Aku tahu, pasti yang membuatmu menangis adalah Agung ?” tanya Fahri

“ Iya ..” jawab Isna dengan kembali meneteskan air mata. Fahri terus saja menghibur Isna yang tengah bersedih karena peristiwa yang tadi yang telah membuatnya sangat patah hati dan kecewa berat kepada Agung. Akhirnya Fahri berhasil membuat Isna berhenti bersedih dan menangis. Cinta telah membuat semua menjadi buta , tak mengenal siapa saja ia



Halaman 9:

datang menghampiri dan terkadang membuat orang bersedih dan bergembira. Back to story, Fahri membujuknya untuk pulang dan melupakan Agung.

“ Isna, sudah malam sudah hampir 1 jam ini kita berada di sini, sekarang sudah jam 8 malam” ujar Fahri sambli melihat jam di handphoennya

“ Iya Fahri, makasih ya kamu sudah menghibur aku..” balas Isna

“ Iya, sama-sama Isna “ balas Fahri dengan tersenyum. Isna bangkit berdiri dan berjalan menuju ke parkiran motor di tepian Sungai Mahakam. Fahri melihat bunga mawar merah yang tadi ia ambil ketika di parkiran sepeda motor tertinggal, ia langsung menanyakannnya kepada Isna.

“ Isna, bunga mawar merahmu ketinggalan “ teriak Fahri

“ Gak papah Fahri, ambil aja itu untukmu “ senyum Isna

“ Makasih ya Isna..” balas Fahri dengan melempar senyum kepada Isna

“ Iya, sama-sama” balas Isna. Isna pun pergi meninggalkan tepian Sungai Mahakam dengan kembali bergembira dan semangat. Namun Isna mulai menyadari bahwa Fahri adalah orang yang tiba-tiba datang di saat Agung pergi meninggalkannya. Isna tak percaya bahwa orang yang ia tolak mentah-mentah ketika di taman sekolah, membuatnya bisa tenang. Isna mulai merasakan rasa cinta dan sayang terhadap Fahri namun dalm hati Isna ia berkata biarlah cinta dan rasa sayang tersebut berkembang di dalam hatinya dan menjadikan hidupnya berarti. Fahri masih berpikir mengapa Isna meninggalkan bunga mawar merah tersebut kepadanya akan tetapi Fahri telah senang karena sudah bisa membuat orang yang ia sayangi menjadi tidak menangis. Fahri membawa bunga mawar merah tersebut dengan penuh harapan bahwa Isna akan mencintai dan menyayanginya kembali. Mereka berdua akhrinya mulai merasakan kembali cinta yang lama telah hilang.



Pesan Dari Bab 5:

Jangan pernah menyia-nyiakan orang yang berada di sampingmu karena mereka telah mengisi dan menemani hari-harimu yang kosong

F-4 Version Of The Boys At 9A_Bab 4


Halaman 1:

Seminggu telah berlalu di kehidupan para F-4. Tak ada begitu istimewa hari ini bagi sebagaian anggota F-4 namun untuk Agung dan Fahri ini merupakan hari penentuan akan perjuang mereka dalam seminggu ini untuk memperebutkan Isna secara sehat tanpa ada unsur kekerasan atau kecurangan.

Pada pagi itu, di kelas kami sangat heboh dan sangat ramai karena 2 jam pelajaran kosong karena kedua guru kami sedang ada tugas di luar kota. Kini, di meja Agung dan Wicesa, mereka tengah membicarakan sesuatu.

“ Jadi kamu hari ini bakalan nembak Isna gung ???” tanya Wicesa

“ Ya ialah ces, awak ndik dengar waktu minggu lalu Isna, iya bakalan ngumumkannya waktu seminggu kemudian ..” jawab Agung

“ Kayaknya aku gak dengar deh gung “ balas Wicesa

“ Pantasan aja “ balas Agung

“ Ntar awak nembaknya pakai apa ?” tanya Wicesa

“ Ya, aku mau sih nembaknya pakai bunga mawar merah “ jawab Agung

“ Beh, ganas leh orang “ ujar Wicesa

“ Hahaha..” tawa Agung. Di lain tempat yaitu di meja Dopang dan Fahri mereka juga tengah asyik membicarakan tentang apa yang di lakukan Fahri ketika menembak Isna.

“ Oy ri..” ucap Dopang

“ Apa pang ?” tanya Fahri

“ Bagaimana persiapanmu untuk menyatakan cinta kepada Isna nanti kelihatannya Agung dah siap banget tuh, aku dengar-dengar “ jawab Dopang

“ Kalau aku sih udah beli sebungkus cokelat yang aku kemas dalam kotak berbentuk love dan kata-kata cinta yang bakalan ku bacakan nanti di depannya “ balas Fahri

“ Wauh..keren Fahri, ngeri jurusmu daripada aku…hahaha” canda Dopang

“ Hahaha..” tawa Fahri. Bel istirahat pertama berbunyi, kami semua keluar beristirahat namun ada juga yang beristirahat di dalam kelas. Seperti biasa Dopang kembali diajak oleh Kiki dan Wicesa ke kantin sekolah namun kali ini bukan hanya Kiki dan Wicesa namun ada juga teman kami yang bernama Yucke.

Yucke atau yang sering kami panggil Yucke Indah Maharani merupakan sahabat dari Kiki dan Dopang. Dia merupakan orang yang baik, rajin dan sangat suka jika diajak bercanda atau ngorbrol sesuatu dan selalu bisa membuat orang senang dan gembira. Terkadang ia selalu membuat laki-laki di hadapannya terpesona.

“ Pang, ke kantin yok “ ajak Kiki



Halaman 2:

“ Iya…” balas Dopang

“ Pasti kamu mau ke kantin karena ada aku kan ?” tanya Yucke

“ Astaga Yucke biasa aja kali “ jawab Dopang

“ Masak, kamu yakin gak ?” tanya Yucke kembali

“ Ya ialah..” jawab Dopang. Mereka berempat menuju ke kantin untuk berbelanja. Ketika mereka menuju ke kantin, Kiki dan Yucke berada di depan sedangkan Dopang dan Wicesa berada di belakang. Ketika Wicesa melihat hal itu, ia kemudian menyampaikan sesuatu ke Dopang mengenai masalah permusuhan Fahri dan Agung.

“ Bagaimana tuh Fahri hari ini ?” tanya Wicesa

“ Ya seperti biasa, dia makin yakin kalau dia bakal diterima dengan Isna, kalau Agung bagaimana ces ?” tanya Dopang kembali

“ Ya, sama lah Dopang..” jawab Wicesa

“ Hm, bagaimana nyatukan mereka kembali “ pikir Dopang

“ Tenang aja leh pang..palingan balik seperti semula..” ujar Wicesa

“ Oh, ya udah..aku penasaran jawaban Isna waktu pulangan ntar dia milih Agung atau Fahri..pirasatku sih Agung kayaknya “ ucap Dopang

“ Benar tuh pang..pirasatku juga sama kayak awak, tpi etam dukung aja mereka berdua “ balas Wicesa

“ Ya, aku setuju juga..” balas Dopang. Tak terasa mereka berbicara hingga telah sampai di kantin sekolah. Dopang dan Wicesa menitip kepada Kiki dan Yucke untuk membelikan makanan dan minuman.

“ Yucke..aku titip es jeruk yo..” ujar Dopang

“ Iya, iya, mana uangmu ?” tanya Yucke

“ Ini..” jawab Dopang dengan memberikan uangnya kepada Yucke

“ Kalau kamu ces ?” tanya Yucke

“ Aku kayaknya beli Tela-tela aja dah, dengan AQUA 1…” jawab Wicesa

“ Oh, baik ces..” balas Yucke. Mereka berdua yaitu Kiki dan Yucke mulai menyusup diantara siswa SMPN 1 Tenggarong yang berbelanja di kantin. Seperti di sapa oleh sebuah suara, pandangan Dopang terpaku ke arah kantin sebelah, seorang adik kelas yang sangat cantik dan manis sedang membeli sesuatu menurut Dopang, ia langsung tepanah dan jatuh cinta. Ketika adik kelas tersebut sudah pergi, dalam hati kecil Dopang ia pasti bakalan mencari identitas adik kelas tersebut agar bisa mendapatkannya secepatnya. Aktivitas



Halaman 3:

Dopang tersebut aneh dan mencurigakan terlihat oleh Wicesa yang langsung menanyakannya kepada dia karena kelihatannya Dopang hanya melamun melihat ke arah adik kelas tersebut.

“ Ey pang, napa melamun ?” tanya Wicesa dengan menepuk bahu Dopang

“ Oh….duh, gak papah kok ces…” jawab Dopang yang terkaget

“ Hah, lihat sapa tuh pang ?” tanya Wicesa kembali

“ Ah, ndak ada apa-apa kok ces” jawab Dopang

“ Oh, ya udah ayo kita kembali ke kelas, Kiki dan Yucke udah duluan, niy makanan dan minuman yang tadi awak pesan ke Yucke “ ujar Wicesa

“ Makasih ya ces “ balas Dopang

“ Iya sama-sama pang “ balas Wicesa

“ Ayo cepat Dopang dan Wicesa “ teriak Yucke yang sedang berjalan dengan Kiki. Kemudian mereka mulai berjalan menuju ke kelas. Di kelas, Fahri dan Agung semakin memantapkan caranya mereka masing-masing untuk menembak Isna sewaktu jam pelajaran usai.

“ Aku yakin.. aku yang pasti mendapatkan Isna, gak mungkin Agung..” ucap Fahri untuk meyakinkan hatinya. Di lain pihak yaitu Agung, Agung juga meyakinkan hatinya bahwa ia dapat mengalahkan Dopang serta mendapatkan Isna “ Hm, pasti aku yang dapatkan Isna, aku yakin bisa mendapatkan Isna dan mengalahkan Fahri “ ujar Agung dalam hatinya.

Wicesa, Dopang, Kiki dan Yucke tiba di kelas. Wicesa menuju ke Agung, Dopang menuju ke Fahri sedangkan Kiki dan Yucke berkumpul bersama di belakang kelas. Dopang terkaget akan apa yang diperbuat Fahri di hadapannya.

“ Hah, awak ngapai ri ?” tanya Dopang kaget

“ Ya latihan lah pang..” jawab Fahri

“ Latihan apaan ?” tanya Dopang kembali

“ Latihan tuk nembak Isna lah..” jawab Dopang

“ Oh, makan yok ri “ ajak Fahri

“ Silakan pang, aku mau latihan lagi, sorry ya “ jawab Fahri

“ Oh, iya ndak papah “ balas Dopang. Dopang memulai menyantap makanan dan minuman yang tadi ia beli sedangkan Wicesa ikut terkaget juga akan hal yang di lakukan Agung di hadapannya.

“ Kamu ngapai Agung ?” tanya Wicesa terheran

“ Lagi latihan tuk nembak Isna nanti pulangan “ jawab Agung



Halaman 4:

“ Boleh juga temanku satu ini, hahah” tawa Wicesa

“ Ya ialah, sapa dulu Agung “ balas Agung. Kembali di lain tempat yaitu di kelompok Animashaun. Mereka tengah berada di taman sekolah sambil membicarakan Agung dan Fahri yang ingin memperebutkan Isna. Mereka bertiga yaitu Mila, Ilmi dan Lucky bingung mengapa Isna mau menerima tantangan dari mereka berdua Fahri dan Agung.

“ Is, napa loh mau nerima tawaran mereka berdua ?” tanya Lucky

“ Ya gak papah lah, sapa tau diantara mereka berdua ada yang setia dengan aku” jawab Isna

“ Tapi apakah kamu yakin Is, soalnya aku lihat mereka cuma main-main “ ujar Mila

“ Betul tuh mil, aku juga ngelihat hal itu di antara mereka “ ujar Ilmi

“ Gak mungkin itu mil dan ilmi, pasti di antara mereka ada yang setia ..” balas Isna

“ Kamu yakin Is ?” tanya Lucky

“ Iya Is, nanti kamu malah yang nyesal gak mau dengar apa kata-kata kami bertiga ?” tanya Mila

“ Iya aku yakin kok teman-teman “ jawab Isna meyakinkan ketiga temannya

“ Bagus lah kalau begitu “ balas Mila

“ Betul itu mil “ ujar Ilmi

“ Tenang aja teman-teman aku udah mulai tahu karakter mereka berdua “ balas Isna

“ Memang apa yang beda Is ?” tanya Lucky

“ hehehe..Rahasia aku dong “ senyum Isna

“ Hmm, kamu lebih menyukai dan menyayangi siapa di antara mereka bertiga ?” tanya Lucky

“ Bagaimana ya, tapi ini rahasiaku teman-teman “ balas Isna

“ Ya isna..” balas Ilmi

“ Nanti lah pulangan temanin aku soalnya aku udah janji dengan mereka berdua bahwa aku bakalan jawab pertanyaan mereka ntar waktu pulangan “ ujar Isna

“ Baik Isna “ senyum Mila

“ Kami selalu mendukungmu “ balas Lucky

“ Iya, kita udah 3 tahun bersahabat, kami pasti bakalan temanin kamu dalam suka dan duku “ ucap Ilmi



Halaman 5:

“ Makasih ya, teman-teman “ balas Isna sambil tersenyum

“ Ya udah teman-teman bentar lagi pasti bel, ayo kita kembali ke kelas..” ajak Lucky. Tak lama setelah Lukcy mengajak ketiga temannya, bel pertanda masuk ke kelas berbunyi. Mereka pun segera berlari menuju ke kelas karena jika tidak akan dihukum oleh guru.

Ketika guru kami asyik sedang menerangkan di depan kelas mengenai materi pelajaran baru, Dopang melihat ke arah kelompok Animashaun. Ternyata mereka dari tadi ribut entah kenapa. Dopang yang merasa terganggu langsung menyuruh mereka diam. Namun salah satu dari mereka justru marah karena ia merasa kelompok Animashaun tidak menganggunya tapi hanya Dopang yang terlalu percaya diri bahwa ia yang sedang di ganggu.

“ Eh, jangan keGRan loh jadi orang ?” sahut Lucky sambil melempar kertas ke arah Dopang

“ Eh, ada apa ini ?” tanya Dopang berbalik

“ Kami gak ada ngangu loh ya..” balas Lucky

“ Tapi suara kalian itu menganggu “ balas Dopang

“ Sudah Lucky, biar aja memang kita yang salah..maafkan kami ya Dopang “ potong Isna

“ Iya, gak papah “ balas Dopang. Dopang mulai tenang untuk belajar. Tiba-tiba Inggrid dan Ince berbalik ke belakang dan menanyakan sesautu kepada Dopang.

“ Pang..” ucap Ince

“ Apa ?” tanya Dopang

“ Gak papah, gini kami mau nanya..” jawab Ince

“ Tapi kamu diam-diam aja ya ..jangan kasih tahu teman disampingmu itu “ ucap Inggrid

“ Ya apaan dulu ?” tanya Dopang

“ Oh ya, kelihatannya Fahri sikapnya aneh belakangan ini..kelihatannya Fahri lagi suka sama Isna ya ?” tanya Inggrid dan Ince

“ Iya, kalian baru tahu kah ?” balas Dopang

“ Iya,hehehe “ senyum Ince

“ Iya..” balas Inggrid

“ Udah lama kok, udah seminggu ini Fahri ingin nembak Isna “ balas Dopang

“ Wauh, “ kaget Ince



Halaman 6:

“ Memang nembaknya kapan ?” tanya Inggrid

“ Waktu sepulang sekolah ntar..” jawab Dopang

“ Sudah,sudah ntar Fahri curiga kita bicara apa ntar kita habis lagi “ ujar Dopang

“ Okokok, thanks pang informasinya “ balas Ince

“ Ya, sama-sama” balas Dopang. Ketika pembicaraan mereka usai., bel pertanda istirahta ke dua pun ikut berbunyi seiring datangnya waktu. Pohon-pohon di samping sekolah mulai berbunyi yang menghasilkan nada-nada yang membuat hati yang mendengarnya karena datangnya angin dan mentari terus memancarkan sinarnya yang memberikan kehidupan bagi seluruh makhluk hidup yang ada di Bumi. F-4 boys hanya beristirahat di dalam kelas. Seperti biasa Fahri dan Agung terus latihan untuk memantapkan cara mereka tuk menembak Isna, Dopang hampir saja tertidur karena semalam tak tidur gara-gara menonton acara dan Wicesa yang tengah asyik membaca sebuah buku pelajaran. Wicesa tengah mengamati aktivitas ketiga temannya yang semua pada aneh.



Bel pertanda berahkirnya istirahta kedua pun berbunyi “ Teng…teng..teng…teng..”

bunyi bel tesebut. Tak terasa sudah mencapai jam pelajaran terahkir, Agung dan Fahri merasakan hatinya sedang cenat cenut. Ketika jam pelajaran terahkir dimulai, Agung dan Fahri mulai gelisah karena cintanya takut akan di tolak sedangkan Isna hanya kelihatan santai sambil menikmati apa yang di ajarkan oleh guru yang berada di depan kelas. Tanpa di sengaja mereka berdua sama-sama kembali melihat wajah Isna. Hal itu kembali menimbulkan persaingan yang panas di antara mereka. Fahri kemudian berkata di dalam hatinya “ Hm, tentu aku yang bakalan mendapatkan Isna, gak mungkin loh Agung “ ujar Fahri yang membuktikan bahwa ia sudah mantap ingin menembak Isna sedangkan Agung berkata dalam hatinya “ Hm kamu gak bakalan bisa menang ri dari aku, aku sudah berpengalaman dalam hal ini “ ujar Agung. Bel pertanda berahkirnya kelas hari ini pun berbunyi. Agung dan Fahri mulai mempersiapkan apa yang telah dipersiapkannya mulai dari rumah.

“ Selamat berjuang kawan..” ujar Dopang kepada Fahri

“ Iya, makasih ya Dopang ‘ balas Fahri. Di tempat yang sama yaitu di meja Agung dan Wicesa, Wicesa juga memberi support kepada Agung

“ Gung, selamat berjuang yo “ ujar Wicesa

“ Ok ces..” balas Agung. Semua teman-teman kami sudah keluar dari kelas termasuk kelompok Animashaun yang terlebih dahulu menuju ke taman sekolah karena disanalah mereka berdua yaitu Agung dan Fahri akan menembak Isna.

Tibalah Agung dan Fahri di taman sekolah, mereka heran karena di mana kah Isna karena ialah yang mereka nanti-nanti selama seminggu ini dengan perjuangan emreka masing-masing. Dopang dan Wicesa hanya bisa melihat dari jauh sambil mengamatinya memakai teropong yang di bawa oleh Dopang.

“ Keren juga idemu pang “ ujar Wicesa



Halaman 7:

“ Iya dong ces..hahaha” tawa Dopang

“ Sut, diam ces, kayaknya mau dimulai niy..” ucap Dopang

“ Apa ?coba lihat “ balas Wicesa sambil mengambil teropong dari Dopang. Akhirnya Isna mulai nampak dihadapan Agung dan Fahri. Mereka berdua mulai bersiap-siap dengan cara mereka masing-masing. Agung dengan memakai kata-kata yang penuh dengan cinta disertai bunga mawar merah sedangkan Fahri dengan sebuah bungkus cokelat yang dibungkus dalm kemasan yang berbentuk love dan sebuah puisi cinta untuk Isna.

“ Jadi kalian mau nanya apa sama kamu..” sahut Isna diantara mereka berdua

“ Hm, kalau kayak gini di mulai dengan kamu dulu Agung..” ucap Isna

“ Baik Isna..” balas Agung

“ Isna, wajahmu sangat indah hingga menerangi hatiku yang gelap ini, menghilangkan semua yang buruk bagiku , hilang..hilang , hingga kini tingal seuntai kata yang ingin aku yakinkan dalam hatiku kepadamu yaitu Apakah kamu mau menjadi pacarku ???” tanya Agung sambil menunduk dan memberikan bunga mawar merahnya kepada Isna. Isna kemudian berpikir sejenak mengenai kata-kata yang diucapkan oleh Agung dengan kata-kata gombalannya tersebut. Ia sempat terdiam namun ia mulai kembali memberikan kesempatan untuk Fahri.

“ Fahri, sekarang giliran kamu mau ngomong apa ke aku ?” tanya Isna

“ Baik Isna,…” jawab Fahri

“ Is, aku akan membacakan sebuah puisi untukmu, tolong kamu dengarkan aku “ mohon Fahri

“ Iya Fahri..” balas Isna

“Berawal dari sebuah pandangan pertama

Memandang wajahnya

Memandang penampilan gerak geriknya

Sungguh ku terpesona karenanya



Dia memberi senyuman dan tatapan matanya

Kepadaku.....

Dia membuatku tersenyum senang indah dunia



Halaman 8:

Kepadaku.....



Ku mau selalu dekat dengannya

Agar ku dapat menikmati wajah dan senyumannya

Ku akan mencoba setia dengannya

Agar ku juga dapat mencintai dan menyayanginya

Di hatiku hanya wajah dan senyumannya

Wajah dan senyumannya mengalihkan duniaku “ ucap Fahri sambil mengeluarkan ekspresi karena ia sedang membacakan sebuah puisi

“ …” Isna tak bisa berkata-kata dengan puisi buatan Fahri sendiri

“ Mungkin ini bukan apa-apa untukmu tapi terimalah dan maukah kamu menjadi pacarku ???” sahut Fahri sambil memberikkan sebungkus cokelat tersebut ke Isna

“ Hm..tungggu sebentar “ jawab Isna sambil mengambil sebungkus cokelat yang diberikan oleh Fahri. Isna sempat terdiam selama 10 menit untuk memlih diantara Agung dan Fahri. Akhirnya keputusan Isna pun keluar.

“ Baiklah aku sudah dapat jawaban diantara kalian berdua..” sahut Isna

“ Jadi…” lanjut Isna

“ Aku lebih milih Agung daripada kamu Fahri, maafkan aku ya Fahri…” sahut Isna sambil menarik tangan Agung

“ Iya gak papah Is..” jawab Fahri sambil meninggalkan taman sekolah dengan perasaan sangat kecewa. Wicesa dan Dopang langsung bertindak melihat Fahri, mereka berdua kemudian berlari menuju Fahri sedangkan Isna langsung menggandeng tangan Agung. Masih di taman sekolah, hati Isna berseri-seri karena ia baru saja mendapatkan seorang pacar yang bernama Agung teman sekelasnya sendiri.

“ Makasih ya Agung..” senyum Isna sambil menggandeng tangan Agung

“ Iya gak papah kok Isna..” balas Agung

“ Oh ya, ini untukmu sebungkus cokelat yang tadi “ ucap Isna

“ Makasih Isna..” senyum Agung. Ketika Isna memberi sebungkus cokelat yang tadi merupakan pemberian Fahri, Agung langsung membuangnya ke dalam tempat sampah ketika arah pandangan Isna tertuju ke depan sambil berjalan. Ternyata niat Agung seminggu ini bahwa ia hanya ingin membuktikan bahwa ia lebih hebat daripada Fahri dengan makusd



Halaman 9:

bahwa ia hanya ingin mempermainkan Isna padahal sebenarnya pertama ia menyukai Isna tapi ketika melihat bahwa Fahri temannya sendiri menyukai Isna, mulai saat itu maksudnya pun mulai berubah . Di lain tempat, Dopang berusah membujuk Fahri agar ia tidak kecewa akan peristiwa tersebut. Wicesa tak ikut membujuk Fahri dikarenakan Wicesa merupakan teman akrab Agung jadi ia takut bahwa ketika ia menemui Fahri ia akan bertambah kecewa.

“ Fahri…awak ndik papah kan ?” tanya Dopang

“ Iya pang…” jawab Fahri

“ Aku mau pulang dulu ya, soalnya aku udah dijemput sama bapakku, bye Dopang “ sahut Fahri dengan ekspresi kecewa

“ Iya Fahri…” jawab Dopang

“ Hm, kasihannya Fahri…dia kecewa berat gara-gara tadi ditolak sama Isna, semoga aja ntar kamu lebih beruntung daripada Agung ri “ harap Dopang sebagai teman baiknya dari kelas 1. Kemudian Dopang menuju parkiran sekolah untuk mengambil sepedanya dan langsung ulang mmenuju ke kediamannya. Dopang berharap Fahri cepat sembuh dari rasa kecewanya karena di tolak oleh Isna.



Pesan Dari Bab 4: Kegagalan merupakan sebuah kesuksesan yang tertunda, maka dari itu berusaha terus maka tidak mungkin keberhasilan yang kamu cari akan datang

F-4 Version Of The Boys At 9A_Bab 3

Halaman 1:

Pagi pun tiba di kediaman Fahri, Fahri yang masih tertidur tak sadar bahwa jam telah menunjukkan pukul 07.30. Fahri kini ternggelam dalam alam mimpinya yang tengah memimpikan Isna. Entah mengapa mulai dari tadi malam, Fahri tak bisa tidur dengan tenang karena terpikir oleh Isna.

“ Aaaahhhh !!!, tidak…!!!” teriak Fahri di kamarnya. Fahri berteriak seperti ada sesuatu yang membahayakan dirinya. Semua keluarganya terkejut akan teriakan Fahri. Ibunda Fahri langsung berlari menuju kamar Fahri untuk melihat apa yang terjadi dengan Fahri.

“ Ada apa nak ?” tanya Ibunda Fahri

“ Huuhh, ndak papah bu..” jawab Fahri dengan nada datar

“ Oh baguslah..ayo cepat sudah jam berapa ini Fahri ?” tanya Ibunya kembali

“ Astaga…bu…sudah hmpir jam 7, duh Fahri harus cepat-cepat kalau gak habis aku nanti di hukum..” Fahri langsung terbangun dan bergegas mandi

“ Oh ya bu, jangan lupa keluarkan sepedaku bu..” pesan Fahri. Fahri langsung mandi masuk ke dalam kamar mandi. Setelah sekian lama, Fahri telah selesai mandi dan memakai seragam sekolah. Tidak lupa, ia mengambil tasnya kemudian ia langsung menuju Ibundanya untuk berpamitan menuju sekolah.

“ Fahri..” ucap Ibunda Fahri

“ Iya apa bu ?” jawab Fahri sambil memasang sepatunya

“ Tumben, kamu nak ke sekolah naik sepeda biasanya maunya diantar sama bapak ??” tanya Ibunda Fahri

“ Kan naik sepeda itu sehat dan tidak nyebabkan polusi udara bu, lagi pula uang ibu dan bapak hemat kan..hehe..” senyum Fahri kepada Ibundanya

“ Hm, tumben-tumben kamu nak..” senyum Ibundanya

“ Ya udah bu, Fahri pamit dulu..” Fahri mencium tangan Ibunya

“ Iya..” balas Ibundanya

“ Assalammualaikum..” ucap Fahri

“ Walaikumsalam..” balas Ibundanya. Fahri mulai mengayuh sepedanya menuju SMPN 1 Tenggarong dengan rute melewati jalan tepian Sungai Mahakam atau di Tenggarong lebih dikenal dengan Timbau. Fahri sangat menikmati perjalananya sambil menghirup udara yang masih segar dan menikmati angin sepoi-sepoi. Ia terkadang melihat ke arah Sungai Mahakam yang di sana banyak kapal-kapal pengangkut batu bara berlalu lalang. Kota Tenggarong memang terkenal akan batu baranya yang melimpah ruah serta berbagai kekayaan alam lainnya seperti minyak bumi, emas, kayu dan masih banyak lagi.



Halaman 2:

Tak terasa sebentar lagi Fahri tiba di sekolahnya. Ia mencoba merenungkan sesuatu yaitu tentang makusd mimpinya tadi subuh.

“ Hm, mengapa dari tadi malam aku gak bisa tidur, kepikiran Isna terus ??” tanya Fahri dalam hatinya

“ Ah, jauhkan itu kan itu wanita yang disukai Agung…aku tak boleh begitu dengan teman sendiri, itu samanya aku makan temanku sendiri “ yakin Fahri dalam hatinya

“ Tapi kalau begitu, aku sama saja memendam perasaanku…tapi memang sih aku belakangan ini menyukai Isna, tapi apa perasaanku ini betulan atau cuma mainan belaka..” pikir Fahri

“ Ah, ntar aku mau ceritakan ke Dopang tentang masalah ini..” ucap Fahri dalam hati. Fahri telah tiba di sekolahnya dan kemudian memarkirkan sepedanya. Keringat dari kening Fahri bercucuran yang bertanda bahwa untuk meraih sebuah mimpi butuh dengan penuh perjuangan yang tak mudah.

“ Huh, ternyata belum masuk’an..” lega Fahri. Fahri langsung menuju ke dalam kelasnya. Ketika ia menaruh tasnya, tatapan matanya langsung tertuju ke arah meja belakang yang di mana Isna dan Mila duduk. Fahri pun melempar senyum kepada Isna dan Isna pun merespon dan membalas senyumannya Fahri dengan manis.

“ Dopang..coba awak ke sini dulu..” suruh Fahri

“ Memangnya ada apaan ?” tanya Dopang

“ Ntar isitirahat ada yang ingin aku omongkan ke awak, pas kita ke kantin, ok ?” tanya Fahri

“ Iya..” balas Dopang. Fahri kemudian mengobrol dengan Inggrid dan Ince mengenai acara penganugerahan penghargaan kepada musisi Indonesia di sebuah televisi swasta Indonesia.

“ Oy tante…assalammualaikum “ ucap Fahri

“ Walaikumsalam..ada apa ri ?” tanya Ince

“ Oh ya, awak nonton ndik ce..semalam…acara itu ?” jawab Fahri

“ Itunya apaan…?” sambung Inggrid berbicara

“ Itu nah,duh apaalgi tuh anu punyanya SCTV..” bingung Fahri

“ Memang SCTV punya anu ya ?” tanya Inggrid yang berniat bergurau

“ Duh..anu..anu..astaga, kok aku lupa “ pikir Fahri

“ Anu …hahaha..” tawa Inggrid



Halaman 3:

“ Itu nah Inbox Award…ah, itu maksudku Inggrid, taw ey pelawak adeknya Sule..” balas Fahri dengan guraun andalannya

“ Hahaha….” tawa Inggrid

“ Beh, keren beneh Agnes Monica tadi malam tuh yo..” kagum Fahri

“ Ya, aku tahu leh ri, “ balas Inggrid

“ Katanya tadi malam juga ada penghargaan untuk pesonil grup band terbaik di Indonesia, tapi aku gak tau soalnya aku ketiduran..kamu tau gak Ince ?” tanya Fahri

“ Oh, aku sempat sih nonton bagian itu..Vokalis terbaik yg dapat Pasha “Ungu”, Gitaris terbaik yang dapat Andra ‘Andra and The Backbone”, Bass kayaknya dari Lyla tpi aku lupa namanya kemudian Drum yang dapat Posan “Kotak” dan terahkir Keyboard yang dapat Kevin “Vierra”…” ucap Ince

“ Wih, pasti keren tuh kalau digabungin..” kagum Fahri

“ Eh,ada Bu Hayatun…” potong Inggrid untuk mengingatkan mereka berudua. Fahri dan Ince langsung berhenti mengobrol karena mereka takut dimarahin oleh Bu Hayatun. Bu Hayatun merupakan seorang guru Agama Islam di SMPN 1 Tenggarong yang mengajar di kelas 9A sampai 9I. Beliau ini murah senyum, guru yang baik dan ramah dengan murid-muridnya, beliau memiliki jam pada hari Kamis saja di kelas kami. Sekedar info, dalam F-4 ada salah satu anggotanya yang memilik agama non-muslim yaitu Dopang Andrianto yang seorang Kristiani.

Back to story, seperti biasa ketika ada guru apapun yang masuk ke dalam kelas kami 9A mengajar kami selalu menyiapkannya dan memberi salam. Setelah selesai kemudian kami pun berdoa menurut agama dan kepercayaan kami masing-masing sebelum melakukan aktivitas belajar. Kami memulai belajar hingga nanti berahkir pukul 10.55 .

Di sepanjang jam pelajaran, Dopang hanya bisa membaca buku-buke pelajaran yang akan disampaikan di jam berikutnya setelah jam pelajaran Agama Islam. Namun kegiatan membacanya terhenti dan ia kemudian mengambil sebuah kertas dari dalam tasnya dan mengambil sebuah pensil dan pengapus. Dopang pun terdiam sejenak seperti memikirkan sesuatu. Dopang mulai mengambil pensil dan menyoret-nyoret kertas tersebut dan jadilah sebuah gambar seorang wanita yang cantik. Maksud dalam gambar tersebut adalah ia ingin mendapatkan seorang pacar yang cantik seperti yang tertuang dalam kertas yang tadi ia gambar. Tiba-tiba Fahri melihat gambar yang telah dibuat oleh Dopang, ia langsung memberi respon.

“ Pang, tuh gambar wajah siapa ?” tanya Fahri

“ Ya wajah seorang wanita yang cantik jelita..” jawab Dopang

“ Oh…napa gak diwarnain ?” tanya Fahri kembali



Halaman 4:

“ Gak papah aja…sudah sana, perhatikan gurumu ntar awak kena marahi lagi..” suruh Dopang

“ Iya..iya..” balas Fahri yang kembali memperhatikan guru agamanya yang tengah menerangkan pelajaran di depan kelas. Dopang terus menunggu hingga berahkirnya jam pelajaran pertama dan tak terasa tinggal 5 menit jam pelajaran agama telah selesai. Bel pun berbunyi pertanda pergantian pelajaran.

“ Sekian dari pelajaran ibu, sampai ketemu minggu depan dan ingat PR yang telah ibu sampaikan tadi..” ucap Bu Hayatun

“ Iya bu..” jawab kami

“ Baik, assalammualaikum..” sahut Bu Hayatun

“ Walaikmumsalam..” balas kami serentak. Fahri kembali bercerita tentang acara Inbox Award semalam. Sementara itu Dopang berdiri dan menuju salah satu temannya yang bernama Muhamad Jordy atau yang sering kami panggil Jordy dan Revangga Wahyu Pratama yang memiliki nama panggilan di kelas Angga. Dopang langsung memulai pembicaraan mengenai masalah update status yang di lakukan Jodry di akun Facebooknya.

“ Ngapai awak ke sini kanak ..huuuuaaahhh “ ucap Jordy sambil menguap

“ Ndik papah dah ndak kesahan maha, ngeri leh status orang di Facebook “ ucap Dopang

“ Statusku yang mana pulang ?” tanya Jordy

“ Yang pakai Bahasa Inggris maka kalau di dunia nyata mana berani ngomong kayak gitu..” jawab Dopang

“ Oh yang..itu…hahahah..” tawa Jordy

“ Tttaaawwwaaa!!!” potong Angga

“ Apa awak ga ?” balas Jordy

“ Apppaaaa aawwwaakk ggaa” balas Angga dengan mengulang apa yang dikatakan Jordy tadi dengan mengulangnya memakai seuntai nada

“ Ngesali awak ga…” ujar Jordy sambil menjitak kepala Angga

“ Nnngggeeesssaaalllii !!!..ya kesal, jangan kesal leh..” ucap Angga

“ Hahaha..” tawa Jordy

“ Napa dikit awak ketawa jor ?” tanya Dopang

“ Maklum pang, orang gaje niy di kelas etam..” potong Angga



Halaman 5 :

“ Awak tuh..” balas Jordy dengan bangki berdiri dan ingin keluar kelas. Jordy pun berlari keluar kelas. Jodry merupakan seorang yang humoris, sangat mudah marah, murah senyum, dan agak sedikit gaje niy orang tapi Jordy adalah seorang anak yang baik sedangkan Angga mempunyai karakter yang lumayan baik, bisa ikut suasana, dan paling suka buat orang di kelas pada kesal karena kata-kata andalannya. Mereka berdua adalah seorang anak guru di SMPN 1 Tenggarong.

Back to story, waktu yang tadi dipakai oleh Dopang untuk ngobrol dengan Jordy dan Angga mecapai 15 menit hingga kemudian bel pertanda isirahat berbunyi. Dopang teringat akan kata-kata Fahri bahwa ada seseuatu yang ingin dia bicarakan kepadanya. Ia kemudian langsung berlari menuju Fahri.

“ Oy Fahri..tadi waktu jam pertama, maksud awak apa ?.aku ndik ngerti “ ujar Dopang

“ Oh itu waktu pagi toh..ntar aku ceritakan pas kita ke kantin..ayo makanya awak ke kantin..” balas Fahri

“ Oh,..iya..” balas Dopang. Kemudian, mereka berdua menuju kantin tanpa mengajak Agung dan Wicesa karena memang Fahri ingin hanya mengajak Dopang untuk memberitahukan bahwa sekarang ia tengah menyukai Isna. Ketika ia melewati area kelas 8 , ia bertemu dengan 4 sekawan Animashaun.

“ Hay Om Fahri..” ucap Ilmi

“ Ya hay Ilmi..” balas Fahri

“ Tumben om sendiri biasanya dengan grupnya F-4..bwek..hahaha, becanda om..” ucap Lucky

“ Hahaha…gak lagi malas aja mereka berdua di kelas..” ujar Fahri. Fahri dan Dopang pun berjalan ke kantin sekolah bersama-sama dengan Animashaun. Namun Fahri dan Dopang berada di belakang mereka karena Fahri ingin memberitahukan kepada Dopang bahwa ia tengah menyukai Isna serta agar rahasia tersebut tak didengar oleh Animashaun.

“ Ini nah pang…aku tadi semalam bermimpi aneh banget..” ujar Fahri

“ Mimpi apaan ri ?” tanya Dopang

“ Nah..semalam itu..aku bermimpi tentang Isna dan Agung…yang jadian dan mesra-mesraan di kelas kita, jadi dalam mimpi itu aku tiba-tiba menyukai Isna..dan aku pun tak rela Isna diambil Agung..nah abis itu pun aku terbangun dan makanya aku terlambat tadi.” jawab Fahri

“ Memang awak lagi suka dengan Isna ?” tanya Dopang

“ Gak tau juga ya…tadi malam aku gak bisa tidur gara-gara kepikiran Isna terus sampai-sampai akhirnya terbawa ke alam mimpiku…nah karena itu aku cuma kasih tahu kamu karena aku takut Agung ntar tahu jadi dia tersinggung dan marah sama



Halaman 6:

aku..jadi itu ceritanya..memang aku lagi suka sama Isna tapi aku berusaha mendam perasaanku karena aku taku Agung tahu nanti tentang masalah ini..apa itu ndak papah kah pang, kan awak ahlinya dari antara kami soalnya awak dari F-4 yang punya mantan banyak…” jawab Fahri

“Hmm, berarti memang hatimu lagi suka sama Isna..dalam pengalamanku sih..aku langsung aja dekatin dia tapi pakai proses 3 sampai 7 hari..kemudian nembak kalau ditolak ya sudah…cari lagi “ ujar Dopang

“ Ya itu sih kamu ..beda sama aku pang…memang Isna tuh cantik…tapi masak aku nanti dijuluki teman sekelas kalau aku makan temanku sendiri…” balas Fahri

“ Mending coba kamu ungkapkan ke Isna aja…daripada ntar hatimu jadi cenat cenut “ balas Dopang

“ Hm, benar juga usulmu tuh pang..” pikir Fahri

“ Sudah ri..ntar etam bahas pas etam balik ke kelas sekarang aku ndak belanja lapar..heheh..” senyum Dopang

“ Ok pang “ balas Fahri. Dopang dan Fahri langsung membeli makanan yang disediakan di kantin. Dopang dan Fahri telah selesai membeli makan , mereka kembali menuju ke kelas sambil bercerita tentang apa yang Fahri ucapkan bahwa ia menyukai Isna.

“ Jadi kamu udah dapat keputusan ?” tanya Dopang

“ Hm, sampai sekarang belum juga pang masih bingung “ jawab Fahri

“ Kalau saranku sih sebaiknya kamu ucapkan aja perasaanmu ke Isna tapi jangan langsung main tabrak sana tabrak sini …” ujar Dopang

“ Makusdnya ?” tanya Fahri

“ Maksudku itu jangan main langsung tembak aja ya perlu proses gitu..” jawab Dopang

“ Ya ialah pang..” balas Fahri

“ Oh ya, Isna sih memang cantik tapi kamu harus pintar-pintar dalam mencari perhatiannya seperti menggobal gitu “ balas Dopang

“ Hm, saranmu benar juga tapi aku gak seberani Agung kayak kemarin yang langsung di hadapannya, tanganku gemetaran ntar..hahaha” tawa Fahri

“ Emang demam panggung ri ?” tanya Dopang

“ Ya gak lah pang..ada-ada aja awak niy pang..” jawab Fahri

“ Oh ya, siapa sekarang yang jadi pacarmu kan kalau kamu putus dari pacarmu langsung tumbuh seribu tuh ?” tanya Fahri



Halaman 7:

“ Gak ada tuh sampai sekarang palingan satu atau dua yang lagi dekat denganku tapi aku malas ngerespon aja..soalnya lagi gak mood tuk pacaran ri tuk sekarang ini…” balas Dopang

“ Ngeri leh orang..” ujar Fahri

“ Biasa aja kok ri, hehehe..” senyum Dopang. Fahri dan Dopang pun menaiki tangga untuk menuju kelas mereka. Tiba-tiba ia bertemu dengan Isna kembali yang tengah asyik ngobrol di luar kelas.

“ Ey, coba awak lihat ke depan..ada Isna..kali ini awak harus nyapanya dan ngelempar senyum ke Isna, ok ?” suruh Dopang

“ Baik, akan ku lakukan pang caramu..” jawab Fahri dengan tegas. Akhrnya Fahri dan Isna berpapasan wajah, Fahri kemudian melempar senyum ke Isna dan alhasil Isna pun kembali melempar senyum kepada Fahri.

“ Hay Isna..” ucap Fahri dengan tersenyum

“ Hay juga om Fahri..” balas Isna dengan tersenyum. Fahri telah berhasil melakukan jurus maut yang tadi Dopang sarankan kepadanya. Dalam hati Fahri, ia sangat senang bisa berpapasan dengan wajah Isna, hingga seakan-akan melayang di langit ketujuh.

“ Kan ri..berhasil..” ujar Dopang sambil meletakkan makananya dan duduk di bangkunya

“ Iya betul tuh caramu pang..” balas Fahri. Kemudian mereka memakan makanan yang tadi mereka beli di kantin sekolah. Baru memakan makanannya sebentar saja bel pertanda masuk kelas berbunyi. Mereka kemudian membereskan makananya dan membuangnya ke dalam tempat sampah. Tak beberapa selang kemudian Guru Fisika kami datang memasuki kelas.

Guru Fisika kami ini bernama Pak Pranowo. Beliau mengajar di kelas kami hingga istirahat kedua nanti. Pak Pranowo merupakan seorang wakil kepala sekolah di sekolah kami, sosok yang serius tapi santai dan terkadang membuat kami tertawa. Selain mengajar di kelas kami, beliau juga mengajar hingga ke kelas 9E dan memiliki jadwal mengajar di kelas kami hanya di hari Kamis.

Kami mulai belajar dan memperhatikan apa yang diterangkan oleh guru Fisika kami sambil berdiskusi tentang materi yang diajarkan beliau. Satu jam kemudian, bel pertanda istirahat berbunyi dan kami langsung menyimpan buku pelajaran Fisika kemudian kami pun semua istirahat. Tiba-tiba Agung datang menghampiri Dopang dan Fahri.

“ Eh, tadi Isna cantik beneh wak..” kagum Agung

“ Ada-ada aja awak gung, galanya ey dibilang cantik “ balas Fahri



Halaman 8:

“ Iya benehan, aku gak bohong kali ini” ujar Agung. Fahri dan Agung tengah asyik berdebat akan kecantikan seorang Isna sedangkan Dopang hanya bisa mendengar pembicaraan mereka yang lagi kasmaran sambil membaca komik. Di tengah pembicaraan mereka seorang anak yang bernama Kiki memotong pembicaraan mereka.

“ Teman-teman mau ikut gak ke kantin bareng aku dan Wicesa ?” tanya Kiki

“ Gak ki, aku lagi asik debat niy..” jawab Agung

“ Kalu kamu ri ?” tanya Kiki

“ Aku juga gak ki, sama kayak Agung..” jawab Fahri tanpa melihat ke arah Kiki

“ Iss, semua sama maha, nah kali ini giliranmu Dopang “ ujar Kiki dengan senyumannya

“ Memang apaan Kiki “ jawab Dopang yang juga masih saja asik membaca komik

“ Maw gak ke kantin bareng kami ??” tanya Kiki

“ Hhhmm, boleh…aku ikut kalian aja, bosan aku dengan Agung dan Fahri debat..” eluh Dopang

“ Okokok, berhasil kan ces ?” tanya Kiki ke Wicesa

“ Iya, iya..” jawab Wicesa. Kiki, Wicesa dan Dopang pergi meninggalkan mereka berdua. Kiki merupakan seorang sahabat Wicesa yang bernama lengkapa Riski Ayu Rimadhani. Kiki merupakan seorang anak yang enak di ajak bicara, seru, lumayan gokil dan selalu tersenyum serta ceria. Back to story, di sepanjang jalan menuju ke kantin Kiki dan Wicesa asyik berbicara sedangkan Dopang masih saja memegang komik sambil membacanya.

Agung dan Fahri terus saja berdebat, dari debat tersebut mereka berdua telah mengetahui bahwa mereka berdua telah menyukai Isna sejak pertama kali ia masuk ke kelas. Awal permusuhan antara sahabat F-4 boys itu pun terjadi.

“ Ok, sekarang kita bersaing secara sehat untuk mendapatkan Isna “ ujar Fahri

“ Ok, siapa jua yang takuit dengan awak..” balas Agung

“ Baik…pasti aku yang dapatkannya” ucap Fahri

“ Gak mungkin benget tuh…pasti aku dong yang dapat..” balas Agung. Di tengah perselisihan mereka tentang siapakah yang akan mendapatkan Isna, tiba-tiba Isna dan anak-anak Animashaun lewat di depan mereka berdua. Mereka berdua yaitu Fahri dan Agung tak ingin ketinggalan untuk menyapa Isna.

“ Hay Isna..” sahut mereka berdua secara tak sengaja

“ Hey juga…” balas Isna dengan tersenyum



Halaman 9:

“ Kok aku gak disapa sih ?” tanya Lucky

“ Siapa juga yang mau nyapa loh…” jawab mereka berdua kembali dengan sama-sama

“ Ah, napa sih loh ikuti aku..” sahut mereka berdua dengan sama-sama kembali sambil berhadapan

“ Napa kalian berdua ?” tanya Mila

“ Gak papah..” jawab Agung

“ Kalian mau rebutin teman aku ya Isna” ujar Mila

“ Gak kok..” jawab mereka bersama-sama kembali. Mereka berdua terus saja menjawab pertanyaan yang diucapkan oleh grup Animashaun secara bersama-sama. Begitulah Agung dan Fahri yang tak ada yang mau mengalah. Ketika peristiwa itu terjadi, Kiki, Wicesa dan Dopang datang menghampiri mereka.

“ Hey, kali niy kenapa sih…?\, ribut tau” tanya Kiki sambil mengeluh

“ Gak papah Kiki..” jawab Fahri

“ Jangan mau dengar apa kata Fahri, kami lagi memperebutkan Isna..” sahut Agung

“ Astaga kali bedua ini, anak orang direbutin segala..” balas Kiki

“ Iya kan Isna “ balas Agung dengan memegang tangan Isna

“ Eh, enak beneh awak gung megang-megang tangan Isna “ balas Fahri sambil melepaskan tangan Agung

“ Sudah…sudah kalian berdua, ok kalau itu mau kalian, kalian boleh aja memperebutkanku asal gak main kekerasan atau curang, aku akan beri kalian waktu seminggu..” sahut Isna sambil pergi dari hadapan mereka berdua. Tak lama kemudian guru Seni Budaya kami datang, perselisihan antara Fahri dan Agung pun ikut berhenti.

Guru Seni Budaya kami ini bernama Ibu Har nama yang sering kami penggilkan kepada beliau di dalam kelas. Beliau merupakan sosok yang selalu ceria, sangat suka bercanda, serius dan guru kami yang paling hebat yang namanya menari. Tapi kami selalu suka jika ada jam beliau di kelas dan tidak lupa beliau selalu mengajar kami ketika hari Kamis. Back to story, beliau mulai mengajar di kelas kami, ia sangat tidak suka ketika ada jam pelajaranya yang ribut. Oleh karena itu jika ada salah satu muridnya guru kami ini langsung menyuruhnya keluar hingga jam pelajarannya berahkir. Tapi biar begitu kami sangat suka akan pelajarannya karena beliau membawakannya dengan diselipkan sebuah guraun agar kami tidak mengantuk.

Satu jam berlalu, jam Ibu Har pun selesai. “ Teng..teng..teng..teng..teng…teng “ bel berbunyi pertanda waktu seluruh siwa SMPN 1 Tenggarong untuk pulang. Tak terasa begitu



Halaman 10:

cepat jam beliau habis. Setelah jam pelajaran usai, aku langsung berlari menyapa Fahri menanyakan apakah ia tengah memperebutkan Isna bersama Agung.

“ Fahri, tadi awak benehan kah ngomong di depan Isna ? “ ujar Dopang sambil berlari menuju parkiran sepeda

“ Ya ialah, makanya kami sekarang lagi musuhan sama Agung sampai kami tahu siapa yang dapatkan Isna “ jawab Fahri

“ Jadi Agung dah tahu kalau awak gawal dengan Isna ?” tanya Dopang

“ Iya makanya, aku ndik sama-sama kita bertiga pas keluar..” jawab Fahri sambil membawa tasnya menuju ke halaman sekolah

“ Ya udah yo Dopang, aku ndak mulang, duluan ya..” ujar Fahri

“ Iya..” balas Dopang. Setelah ia menemui Fahri ia, langsung berlari menuju Wicesa yang berada di halaman sekolah yang sedang berbicara dengan Agung.

“ Ces..coba awak ke sini dulu..” suruh Dopang

“ Iya, tunggu bentar..” balas Wicesa

“ Oh ya, apa tadi pang ?” tanya Wicesa

“ Iya betul prediksimu tadi kalau mereka lagi musuhan tuk memperebutkan Isna, kalau begitu nama F-4 bisa bubar niy..” jawab Dopang

“ Gak nyangka betulan, ya udah pang biarin aja mereka berdua..tadi aku barusan ngomong dengan Agung katanya sampai Isna jawab siapa yang dia terima antara mereka berdua…” balas Wicesa

“ Oh, aku kira selamanya, iya tadi jawaban Fahri juga sama..hehehe..” senyum Dopang

“ Ya gak lah pang..” balas Wicesa

“ Oh ya, aku duluan ya ces, soalnya yang jemput aku udah ada” sahut Dopang

“ Iya pang” balas Wicesa. Hari itu pun telah terjadi sebuah kemelut di F-4 yaotu Agung dan Isna yang tengah memperebutkan Isna. Hal itu tak bisa dibiarkan oleh Dopang dan Wicesa, mereka berdua pun mencari jalan agar mereka berdua akrab kembali seperti dulu



Pesan dari Bab 3 :

Jangan sampai cinta meruntuhkan tembok persahabatan kalian karena mencari sahabat itu tidak mudah daripada mencari seorang pacar

F-4 Version Of The Boys At 9A_Bab 2


Halaman 1 :

Hari-hari begitu hampa jika tak ada sebuah kasih dan cinta suatu perasaan yang saling melengkapi satu sama lain sama halnya juga kami berempat yang saling melengkapi satu sama lain. Kami di F-4 sudah bagaikan saudara sejak nama F-4 kami pilih untuk mewakili kisah persahabatan kami.

Langit begitu cerah , tak ada satupun yang menghalangi mentari tuk menyinari Kota Tenggarong, sebuah Kota Raja dari Kalimantan Timur. Suasana Kota ditambah dengan pemandangan Sungai Mahakam di pagi hari sudah mulai tampak dengan lalu lalangnya mobil dan motor. Sakin begitu mulai banyaknya kendaraan yang berlalu lalang di jalan-jalan Kota Tenggarong, Agung telah sampai di sekolah dengan diantar oleh kedua orangtuanya menggunakan sebuah mobil untuk menghindari kemacetan kecil di jalan-jalan Kota Tenggarong. Ia pun turun dari mobil dan menuju lobi SMPN 1 Tenggarong.

“ Ah, enaknya suasana pagi ini “ ujar Agung

Agung duduk di depan lobi sambil membaca buku pelajarannya dan tak lama kemudian Wicesa datang menghampiri Agung.

“ Oy gung..” sahut Wicesa

“ Apa ces ?” tanya Agung selagi membaca buku

“ Ndik papah dah, ngiau maha “ balas Wicesa

“ Oh..” balas Agung

“ Oh ya, awak lihat Fahri ndik ?” tanya Wicesa

“ Belum tuh sejak aku datang, kayaknya dia belum datang tuh ces “ jawab Agung

“ Oh..kalau Dopang mana gung ?belum datang juga kah ?” tanya Wicesa kembali

“ Iya, sama seperti Fahri belum datang “ jawab Agung

“ Hm “ ucap Wicesa

“ Memang ada apa cari mereka berdua ?” tanya Agung

“ Gak papah soalnya Dopang dan Fahri kan cepat datangnya ketimbang kita berdua” jawab Wicesa

“ Oh begitu “ balas Agung. Mereka terus saja mengobrol tak ada hentinya sampai Dopang pun datang dengan tergesah-gesah dengan bercucuran keringat.

“ Kamu kenapa Dopang ?” tanya Wicesa

“ Aduh ces, kalau kamu tau ceritanya pasti kamu ketawa, tadi aku dikejar anjing pas aku lagi perjalanan menuju ke sekolah untung aja aku selamat dari gigitannya sampai-sampai aku ngayuh sepeda dengan sekuat tenaga kalau nggak beh bisa berabeh gue ces , yang penting aku sudah selamat ..lega “ jawab Dopang dengan terputus-putus



Halaman 2 :

“ Hahaha, itu sih Dopang baru pagi udah nyari kodok “ tawa Wicesa

“ Iya pas banget tuh peribahasamu alias pepatah “ balas Dopang

“ Yang betul pepatah Dopang “ potong Agung

“ Iya, iya gung..” balas Dopang

“ Ngemeng-ngemeng Fahri mana niy kok dari tadi aku belum lihat-lihat “ heran Dopang

“ Ya belum datang lah “ balas Wicesa. Tiba-tiba pembicaraan mereka bertiga terhenti. karena salah satu dari kami bertiga yaitu Agung tengah diam berdiri seperti patung ke arah gerbang sekolah akan keempat siswa perempuan pindahan yang berasal dari Jakarta masuk ke dalam SMPN 1 Tenggarong serta keempat orang tua mereka adalah orang-orang kaya /saudagar dari Jakarta yang baru saja pindah ke Kota Tenggarong.

“ Gung, awak ndik papah kan ??” tanya Dopang sambil memegang pundak Agung

“ Haaaahhhh “ jawab Agung begitu saja

“ Hah, kenapa gung ?” balas Dopang

“ Itu loh maksud Agung arah jam 1 “ ucap Wicesa

“ Iya tuh 4 orang yang cewe yang baru masuk lewat gerbang sekolah tadi tuh nah Dopang, kamu gak lihat kah ?” tanya Agung

“ Gak..” jawab Dopang

“ Bah, parang awak niy pang..coba awak lihat cantik..beneh mereka berempat apalagi cewe yg tinggi tuh pakek jilbab , I Like Her“ sahut Agung

“ Mulai dah Agung, “ ucap Wicesa

“ Oh ya mending kita ke atas kelas kita, daripada berdiri di depan lobi gak jelas tujuan kita bertiga …” usul Dopang

“ Ayo…” balas Wicesa sambil menarik Agung yang masih berdiri melihat keempat cewe tadi. Mereka bertiga pun naik ke atas, ketika di atas mereka langsung di sapa oleh teman-teman mereka, mereka bertiga pun membalas dengan ramah. Cinta-cinta begitulah yang kini dialami oleh Agung yang langsung terpesona dan jatuh cinta oleh sosok wanita berjilbab tinggi yang tadi ia lihat di depan gerbang sekolah. Cinta begitulah yang terdiri dari C.I.N.T.A 5 kata yang membuat semua orang yang mendengarnya terpesona akannya dan jika kita telah mengalaminya kita pasti akan mengulangi untuk mendapatkan cinta tersebut.



Halaman 3:

Back to story, mereka bertiga telah sampai di kelas dan kemudian meletakkan tas mereka masing-masing. Setelah itu mereka berbincang-bincang di luar sambil menunggu kedatangan Fahri, yang kami juluki the boys multi tallent of F-4.

Yang kami tunggu-tunggu datang juga, Fahri pun sudah tiba. Ia langsung masuk ke kelas dan menaruh tasnya. Ketika ia masih asyik mengobrol dengan teman-teman di kelas kami, kami pun memanggilnya untuk membicarakan masalah mengenai keempat siswa perempuan yang baru pindah dari Jakarta alias hot news yang baru kami dapat tadi pagi.

“ Fahri, coba kamu ke sini dulu “ ajak Dopang

“ Ada apa Dopang ?” tanya Fahri

“ Pokoknya kamu ke sini dulu, ada yang ingin kami bicarakan pokoknya hot news yang baru kami dapat tadi pagi “ jawab Dopang

“ Hot news apaan ?” balas Fahri

“ Ya, namanya hot news..ri..ya tentang kabar terhangat dari kita “ ujar Dopang

“ Memang ada kabar yang bisa panas ntar kan yang dengar kepanasan “ balas Fahri

“ Aduh gubrak ri, pokoknya keluar kelas aja nanti, ntar kami ceritakan” ucap Dopang

“ Okokok, tunggu sebentar “ balas Fahri. Dopang kembali menuju Agung dan Wicesa setelah memangil Fahri. Mereka bertiga kembali membicarakan tentang keempat siswa perempuan tersebut. Tiba-tiba pun Fahri datang menghampiri mereka bertiga.

“ Ada apa teman-teman ?” tanya Fahri

“ Gini nah Fahri, ayo kita mojok sebentar soalnya niy rahasianya Agung, okokok ??” sahut Dopang

“ Asek kita mojok, hahaha “ tawa Wicesa. Mereka berpindah tempat menuju ke pojok luar kelas seperti yang tadi mereka berempat bicarakan.

“ Nah sekarang sudah di pojok, gak ada siapa-siapa lagi, terus apa masalahnya ?” tanya Fahri

“ Nah, coba tadi kamu datang cepat ri, beh manyoks..aku tadi lihat 4 cewe semua pada cantik-cantik katanya sih mereka pindahan dari Jakarta yang baru saja masuk ke SMP kita..” ucap Agung

“ Oh, terus, awak napa gung ?” tanya Fahri kembali

“ Gini nah ri, aku tuh langsung aja jatuh cinta dengan salah satu mereka berempat…aku juga belum tahu namanya siapa sih ..tapi ketika tadi aku lihat sepintas cirinya pakai jilbab dan agak tinggu begitulah “ jawab Agung



Halaman 4:

“ Aiiiss kita niy ndik bepadahan dengan kawan kalau Agung lagi suka dengan cewe..” kecewa Fahri

“ Ndik ri masalahnya kan awak belum ada pas keempat anak pindahan tuh datang..” balas Wicesa

“ Oh iya, aku lupa..hehehe” senyum Fahri

“ Dasar kamu ri lihat-lihat dulu suasana ri..jangan langsung ceplos sini ceplos sana “ balas Dopang

“ Iya..iya..” jawab Fahri

“ Oh ya, dah ada Ibu Ismi tuh, ntar istiraht kita lanjutkan, ok semua ?” sahut Agung

“ OK..” jawab kami serempak. Guru yang tadi kami maksudkan melangkah ke kelas kami dengan begitu cepat. Guru yang kami maksud adalah Ibu Ismi Noraina, atau di kelas kamis sering panggil Bu Ismi merupakan guru yang selalu memberikan kami semangat dan motivasi dalam mengejar impian kami berempat. Beliau merupakan seorang guru Bahasa Indonesia kelas 9 , yang mengajar di kelas kami sendiri, kelas 9B dan kelas 9C dan tidak lupa yang kami suka dari Bu Ismi adalah cara mengajarnya, gak pernah marah, senyumnya dan masih banyak lagi yang tak mungkin kami sebutkan satu persatu.

Back to story, seperti biasa setelah 3 minggu ini , Bu Ismi tak pernah absen dalam menyampaikan pelajaran Bahasa Indonesia, beliau memiliki jadwal mengajar di kelas kami ketika setiap hari Senin, Rabu dan Jum’at. Kebetulan banget, hari ini merupakan hari Rabu, Bu Ismi mengajar kami dari jam .07.30 hingga 8.35. Bu Ismi pun masuk ke kelas dengan gaya khas beliau yaitu menyapa muridnya dengan senyuman manis beliau.

“ Selamat pagi anak-anak..” sahut Bu Ismi dengan melempar senyum kepada kami semua yang berada di dalam kelas

“ Pagi Bu…” balas kami semua di dalam kelas dengan serempak. Bu Ismi kemudian duduk. Setelah itu kami bersedia menerima aba-aba dari Wicesa, ketua kelas kami 9A untuk memberi hormat.

“ Siiaaappp !!! “ sahut Wicesa dengan nyaring

“ Beerrriii sssaaalllaaam “ lanjut Wicesa

“ Aaa…ssaalaam..mmmuuaaallaaikkuumm..warahmadtullahi..wabarakatuh…” salam kami serempak dengan memakai seperti sebuah nada lagu

“ Walaikumsalam, silakan duduk anak-anak “ balas Bu Ismi. Ketika Bu Ismi berkata seperti tadi kami pun duduk dengan serempak semua, memang kelas kami tekenal akan kekompakannya yang berbeda dari kelas lain.

“ Oh ya, ada PR anak-anak ?” tanya Bu Ismi



Halaman 5 :

“ Gak ada Bu..” jawab kami

“ Baiklah sebelum Ibu menyampaikan materi pelajaran Bahasa Indonesia, Ibu akan memperkenalkan anak-anak semua tentang 4 murid perempuan baru di kelas kalian yang akan bergabung sebentar lagi..” sahut Bu Ismi. Ketika Agung dan Wicesa mendegar bahwa ada 4 murid baru pindahan dalam benak mereka berdua langsung teringat akan kejadian tadi pagi di lobi sekolah.

“ Yes ces, 4 murid pindahan tuh ternyata masuk ke kelas etam..” bisik Agung ke Wicesa

“ Tau ey gung..” balas Wicesa

“ Mudahan aku ketemu dengan si itu ces..” harap Agung

“ Iya mudahan aja..amin..” ujar Wicesa

“ Amin, hahaha “ tawa Agung

“ Napa awak tawa dikit gung ?” tanya Wicesa

“ Ndik papah dah..” jawab Agung sambil memperhatikan ke depan kelas. Bu Ismi kemudian memanggil keempat murid baru tersebut. Akhirnya penantian Agung langsung terjawab begitu cepat, mereka berempat pun masuk ke dalam kelas 9A.

“ Oh ya anak-anak, ini dia 4 murid baru..semuanya wanita ya, Ibu baru nyadar..” senyum Bu Ismi

“ Oh ya silakan perkenalkan diri kalian satu persatu..” suruh Bu Ismi

“ Baik bu..” jawab salah satu dari mereka

“ Perkenalkan nama saya Isna Amalia, kalian bisa panggil saya Isna” ucap Isna

“ Ok, selanjutnya…perkenalkan nama saya Lucky Nurjanah, biasa dipanggil Lucky..” ucap Lucky

“ Selanjutnya, perkenalkan nama saya Ilmi Magfirah, biasa dipanggil Ilmi “ sahut Ilmi

“ Terahkir, perkenalkan nama saya Kamilatun Ni’mah Purnaningrum, bisa dipanggil Mila “ sahut Mila

“ Kalian berempat berasal dari mana ??” tanya Bu Ismi

“ Kami berempat berasal dari SMPN 10 Jakarta..” jawab Lucky

“ Kalian tinggal di mana bereempat di Tenggarong ?” tanya Bu Ismi

“ Kami belum tahu bu nama jalannya soalnya kan kami baru pindah “ jawab Isna

“ Oh , baik..silahkan duduk di bangku kosong yang berada di belakang “



Halaman 6:

“ Baik bu..” balas Lucky dan Isna. Mereka berempat pun duduk di belakang, dengan pasangan tempat duduk yaitu Lucky dan Ilmi sedangkan Isna dengan Mila. Di lain tempat yaitu di tempat duduk Agung dan Wicesa mereka malah tengah asyik membicarakan mengenai Isna.

“ Oh ya gung, yang mana tadi kamu maksudkan sewaktu tadi pagi ?” bisik Wicesa

“ Itu tuh yang namanya Isna, cantik kan ces ?” bisik Agung

“ Hm, kalau menurutku sih lumayan, awak ndak ngincar Isna kah anak baru tuh ?” tanya Wicesa

“ Ya ialah ces..” jawab Agung dengan penuh kepastian. Tiba-tiba Bu Ismi memberikan tugas mengenai Bahasa Indonesia karena beliau sedang ada rapat di ruang guru.

“ Maaf ya anak-anak, Ibu ada rapat di ruang guru, jadi tolong kerjakan halaman 7 di buku Bahasa Indonesia kalian “ suruh Bu Ismi

“ Yes..” teriak sebagian murid-murid yang bergembira di dalam kelas

“ Tapi ingat jangan rebut dan keluar kelas..” pesan Bu Ismi

“ Baik bu..” jawab kami semua dengan penuh semangat. Kami serentak langsung mengerjakan tugas dari Bu Ismi. Sekedar info, Isna, Ilmi, Mila dan Lucky yang ketika di SMPnya di Jakarta terkenal dengan grup Animashaun yang arti dari grup persahabtan tersebut hanya mereka berempat yang tahu. Mereka kembali ingin memperkenalkan grup persahabatan mereka di SMPN 1 Tenggarong untuk menjadi sebuah grup yang dikagumi dan disegani di sini sama halnya ketika di Jakarta.

Back to story, semua tengah asyik belajar sedangkan suasana meja Fahri dan Dopang tengah ramai karena temannya yang berada di depan mengejek Fahri alias mengganggu Fahri yang tengah menegerjakan tugas dari Bu Ismi tersebut. Sebut saja nama teman kami berdua itu Inggrid dan Ince. Inggrid adalah seorang karakter yang humoris, gokil, dan selalu membuat kami bisa tertawa dan tersenyum sedangkan Ince merupakan karakter yang seru abis pokoknya, bisa ikut suasana ini anak dan gokil seperti Inggrid.

“Misi om..assalammualaikum” ucap Inggrid

“ Iya mbak, walaikumsalam “ balas Fahri

“ Oy, dagu…ahahaha..” tawa Inggrid

“ Apa kamu Sule ???” balas Fahri

“ Ndik papah dah..oh ya, jawaban nomor 3 apa ri ?” tanya Inggrid

“ Ada coba awak buka di halaman 3 kayak ada di sana “ jawab Fahri

“ Kalau awak pang anak funky ?” tanya Inggrid



Halaman 7:

“ Ya, sama kayak Fahri..” jawab Dopang

“ Makasih ya..” ucap Ince

“ Ya, sama-sama” balas Fahri dan Dopang. Akhirnya tugas yang diberikan oleh Bu Ismi telah selesai. F-4 pun berkumpul di meja Dopang dan Fahri. Mereka tengah asyik main tebak-tebakan untuk menyegarkan pikiran mereka setelah belajar dan mengerjakan tugas dari Bu Ismi.

“ Mending kita main tebak-tebakan yok, sekaligus melepas penat abis belajar “ usul Wicesa

“ Hah, seru tuh ces..bagaimana aku yang duluan mulai ?” usul Fahri

“ Boleh…boleh..” jawab Wicesa

“ Kentutnya Ade Ray bunyinya gimana ??hayo “ tanya Fahri

“ Hm ,kalau itu sih gampang ri..bunyinya pasti Brotot…..Brotot….Brotot..Brotot !!” jawab Dopang

“ Ha, sial..iya betul pang..” balas Fahri

“ Kini gilaranku..Kenapa lambang apotik, ular sama gelas ?” tanya Agung

“ Hm, aku gak tau tuh gung..” jawab Wicesa

“ Karena kalau gajah sama gelas, pasti gelasnya pecah..hahahha” tawa Agung

“ hahaha..betul..betul” balas Fahri

“ Giliranku sekarang, Ikan apa yang paling bodoh ?” tanya Wicesa

“ Gak tau aku ces..” jawab Dopang dan Fahri

“ Ikan kembung, udah tau kembung masih aja di dalam air..hahaha..” tawa Wicesa

“ Kali ini gilranku pasti kalian pada gak bisa jawab..” balas Dopang

“ Memang apaan ?” tanya Fahri

“ Ini, ikan apa yang lahir langsung disiksa Ibunya ??” tanya Dopang

“ Hm, ikan apaan ya..” pikir Wicesa

“ Ikan lohan, coba kalian lihat aja kepalanya udah benjol…hahaha..” ujar Dopang

“ Betul tuh pang..hahah..” Agung ikut tertawa

“ Ah, pikiranku langsung segar ces, betul apa katamu “ pikir Fahri



Halaman 8 :

“ Sama ri..” ucap Dopang. Tiba-tiba terdengar suara bel mengenai pemanggilan ketua kelas . Kami sekelasan langsung berteriak bergembira karena kami sudah memprediksi bahwa hari ini akan pulang cepat.

“ Cepati ces..aku yakin kita pulang cepat “ ucap Agung

“ Iya..iya sabar gung..” balas Wicesa. Semua siswa kelas 9A pun menyimpun seluruh buku-buku mereka dan alat-alat tulis mereka termasuk Agung, Dopang dan Fahri.

Sekian lama kami menunggu, Wicesa pun membawa kabar mengenai bel pemanggilan ketua kelas tadi. Pengumumannya adalaha adanya rapat guru hingga jam 12 nanti mengenai masalah ulangan tengah semester jadi daripada seluruh siswa SMPN 1 Tenggarong keluar kelas dan ribut , kepala sekolah mengambil keputusan untuk memulangkan seluruh siswa SMPN 1 Tenggarong. Seluruh anak SMPN 1 Tenggarong menyambut meriah kabar tersebut termasuk kelas 9A. Seluruh siswa kelas 9A pun pulang kerumah mereka masing-masing namun ketika Dopang dan Fahri ingin pulang Agung mengentikan langkah mereka karena ada sesuatu hal yang ingin Agung sampaikan kepada anggota F-4.

“ Jangan dulu pang dan ri..” mohon Agung

“ Memang ada apaan gung ?” tanya Dopang

“ Pokoknya kalian jangan pulang dulu, okokok ?” tanya Agung

“ Iya..” balas Dopang dan Fahri. Tak lama kemudian Wicesa datang menghampiri Dopang dan Fahri.

“ Oh ya, Agung tuh kenapa ?” tanya Fahri

“ Biasa ri…dia lagi kasmaran dengan Isna, jadi dia pengen kenalan dengan Isna abis itu minta nomor handphone dan alamatnya ..biasa Agung, jadi kita disuruh lihat aksinya dan nyuport dia supaya berhasil, coba awak lihat ri…tuh Agung dah mulai beraksi menuju Isna dan teman-temannya..” jawab Wicesa

“ Betul tuh ces..ayo dah kita nonton..” ajak Dopang

“ Semangat Agung…hahah..” teriak Fahri

“…” Agung pun memberi tanda jempol bahwa dia yakin berhasil mendapatkan nomor telponnya. Akhirnya Agung sampai di depan Isna, jantungnya bertedak dengan cepat dan terasa hatinya yang lagi cenat cenut ingin memulai bicara apa.

“ Hay semua..” ucap Agung dengan melempar senyum

“ Ya, hay, ngapai loh ke sini ?” tanya Lucky

“ Gak papah , aku cuma pengen kenalan aja kok sama kalian berempat..” ujar Agung

“ Perkenalkan namaku Agung Ilham bisa kalian panggil Agung…salam kenal ya..” ucap Agung sambil memberikan tangan kananya ke Lucky



Halaman 9 :



“ Ah..ngapai kenal sama cowo kayak luh, gak level yau..” ucap Lucky sambil memukul tangan kanan Agung

“ Jangan begitu ki…biar aja kita kan anak baru..iya salam kenal ya..” senyum Isna sambil memberikan tangannya

“ Hm, kamu tinggal di mana di Tenggarong ?” tanya Agung ke Isna

“ Hm, aku juga belum tau gung..soalnya aku baru pindah dari Jakarta jadi belum pada hafal nama jalan di sini..seperti yang aku katakan tadi di depan kelas” jawab Isna

“ Oh..kalau saya boleh tau nomor handphonemu berapa ya ?’ tanya Agung dengan ragu-ragu karena takut Isna tak akan memberikan nomornya

“ Tungggu dulu, napa loh minta nomor temna gue ?” potong Ilmi

“ Gak papah, aku cuma pengen kenalan doang..” jawab Agung

“ Sudah kalian ini, jangan terlalu sensitif kita ini masih anak baru di sekolah ini ntar kita dikucilkan mereka baru kita tau rasa..” balas Isna

“ Betul itu..” balas Mila

“ Baik..baik..Isna..” balas Ilmi

“ Ok, ini nomor handphoneku tapi jangan diapa-apain ya ?” tanya Isna

“ Iya, aku janji kok..” senyum Agung

“ Ini nomorku 0852306395760, jangn disebarin dengan siapa-siapa tapi kalau mau sebarin izin dulu dengan aku, ok ?” ucap Isna

“ Baik Isna..” jawab Agung dengan penuh gembira dan semangat

“ Oh iya Isna, kamu hari ini cantik banget “ ucap Agung

“ Hm, makasih banyak gung,..heheh” senyum Isna

“ Wajahmu Isna bagaikan bintang yang bersinar di hatiku menerangi jiwaku yang gelap ini..” ujar Agung merayuh Isna

“ Adug gung, makasih banyak…” senyum Isna kembali

“ Oh ya, gung..udah dulu ya kami berempat sudah di jemput supir kami, aku senang bertemu dan berkenalan denganmu Agung, kamu hebat dalam merayu wanita… udah, aku pergi dulu..bye..” ucap Isna sambil berjalan dengan grup Animashaun. Agung berhasil dan sukses melempar kata-kata rayuannya yang terkenal sangat hebat dan yang mendengarnya langsung terpesona.



Halaman 10 :



Ketika Isna, Ilmi, Lucky dan Ilmi pergi berjalan karena Agung berada di belakang mereka berempat. Agung pun bergaya seolah-olah dia malaikat cinta yang menebakkan panah asmara kepada Isna.

Agung segera berlari ke anggota F-4 dengan penuh rasa gembira dan senang seolah-olah Agung melayang di langit ketujuh.

“ Bagaimana teman-teman aksiku ?” tanya Agung

“ Mantap gung gak salah kamu dijuluki di kelas dewa rayuan.hahaha.” tawa Dopang

“ Sip Agung…” ujar Fahri

“ Sapa dulu Agung ..” sahut Wicesa

“ Kami doakan kamu bisa dapat tuh cewe gung..” ucap Dopang

“ Amin …oh ya, ayo kita pulang kayaknya aku udah ditunggu orangtuaku di bawa” ajak Agung

“ Baik gung..” balas Wicesa. Mereka berempat turun melalu tangga dan menuju ke gerbang sekolah. Sesampainya di gerbang sekolah, Agung langsung pulang duluan karena ia telah dijemput oleh kedua orangtuany menggunakan mobil.

“ Oh ya semua..aku pulang duluan ya..” sahut Agung

“ Iya gung..” balas Wicesa. Agung pun pergi dari SMPN 1 Tenggarong dengan menggunakan mobilnya. Sebelum Wicesa pulang mereka berbincang mengenai aksi Agung tadi sepulang sekolah hingga selesai.

“ Hm, udah jam segini niy, aku mau pulang duluan..” sahut Wicesa

“ Iya, aku juga mau pulang tuh dah ada ayahku ..bye Dopang..” sahut Fahri

“ Ok…” balas Dopang. Dopang pun juga pulang dengan menggunakan sepeda menuju kerumahnya dan hari ini merupakan hari yang sangat seru dan mengasyikkan di SMPN 1 Tenggarong terkhususnya F-4 dan



Pesan Dari Bab-2 :

Cinta terkadang buta tapi jangan sampai ia bisa membuat mata hati menjadi buta karena itulah yang menyebabkan seseorang yang tengah jatuh cinta gagal meraih cintanya

F-4 Version Of The Boys At 9A_Bab 1

Halaman 1 :



2008 berganti menuju 2009, 2009 berlanjut ke 2010. Tak terasa kami menuntut ilmu di sekolah kami SMP Negeri 1 Tenggarong, Kab. Kutai Kartanegara, Prov. Kalimantan TImur. Kini hari cerah dengan berhangatkan terang sang mentari.

Halaman depan SMPN 1 Tenggarong riuh dan ramai karena tak terasa semua siswa kelas 2 angkatan 2009/2010 menaiki sebuah kelas baru, kelas yang sangat penuh dengan tanggung jawab yaitu kelas 3 yang merupakan kelas terahkir di sebuah Sekolah Menengah Pertama.

Dopang Andrianto seorang siswa yang berasal dari kelas 8B pun datang memasuki halaman utama SMP dengan gayanya yang santai dan tidak terlalu suka dengan pakaian dengan gaya yang berlebih-lebih.

“ Hai Dopang, apa kabarnya niy liburanmu kemarin ? “ tanya seorang temannya sendiri yang berasal dari kelas 8B.

“ Hm, biasa aja gak ada yang berarti atau menghibur bagiku “ dengan raut wajah yang biasa saja tanpa mengeluarkan satu pun ekspresi

“ Oh, begitu “ balas temannya. Dopang hanya membalasnya dengan menurunkan kepalany sedikit. Ia terus saja berjalan ke tempat di mana di sana berkumpul teman angkatannya yang berasal dari kelas 8B. Dopang Andrianto merupakan karater yang berciri khas dalam novel ini adalah orang yang termasuk pelit senyum, lumayan cool sih, prestasi juga lumayan di sekolah, pendiam namun Dopang adalah karakter yang diam-diam menghanyutkan.

Back to story, Hingga begitu saja waktu berganti yang tak pernah menyapa setiap uma manusia. Tiba-ttiba datang seorang guru keluar dari ruang kepala sekolah untuk menyebutkan satu persatu siwa yang akan masuk ke kelas 9A hingga kelas 9I. Dopang hanya duduk sambil membaca sebuah komik di sebuh pohon rindang. Akhrinya pengumumannya pun dikeluarkan oleh guru tersebut.

“ Baiklah Ibu akan memulai menyebutkan nama siswa siapa saja yang berhak masuk ke dalam kelas 9A” sahut Ibu Guru tersebut menggunakan pengeras suara

Guru tersebut mulai menyebutkan nama siapa saja yang berhak masuk ke dalam kelas 9A. Sudah tak terasa hingga 18 anak telah dipanggil untuk masuk ke dalam kelas 9A. Kini tiba giliran siswa ke-19 yang berhak masuk ke kelas 9A.

“ Siswa ke-19 yang berhak masuk ke dalam kelas 9A adalah…” sahut Ibu tersebut

“ Adalah Dopang Andrianto dari kelas 8B “ kata Ibu tersebut



Halaman 2 :

Dopang segera mengambil tas sekolahnya dan menyimpan komik tersebut. Dia bangkit berdiri untuk menuju lantai 2 karena kelas 9A berada di lantai atas di ujung sebelah kiri sekolah. Namun ketika ia baru saja berdiri, teman-teman sekelasnya dari kelas 8B mengucapkan selamat kepada dia.

“ Dopang selamat ya !” kata teman-temannya

“Iya “ jawab Dopang dengan kata yang sangat singkat dan tak ada sebuah ekspresi pun yang terlihat dari raut wajahnya bahwa ia senang masuk ke dalam sebuah ruangan kelas 9A yang terkenal kelas paling the best di SMPN 1 Tenggarong. Maybe, ya begitulah seorang Dopang yang sangat susah senyum.

Ia berjalan menuju lantai atas. Sesampainya di atas ia langsung disambut oleh teman-teman dari kelas 8A. Inilah yang disebut ucapan selamat datang untuk siswa yang baru saja bergabung ke dalam kelas A atau 9A.

“ Selamat datang kawan, di kelas 9A..salam kenal “ ucap Agung Ilham

“ Loh gak usah khawatir teman di sini baik semua-semua kok “ senyum Agung Ilham sambil memperbaik model rambutnya

“ Ok “ balas Dopang dengan santai

Agung memberikan tangannya untuk salam perkenalan kepada Dopang. Dopang tak perlu terlalu lama untuk beradaptasi dengan kelas barunya ini. Agung Ilham adalah salah satu karakter yang cool akan style, tampangya yang lumayan, presatsinya yang ia milik di sekolah pun lumayan namun ia merupakan karakter yang sangat di suka oleh para gadis di SMPN 1 Tenggarong. Back to story, Ia langsung menaruh tasnya di sbeuah bangku yang masih kosong di dekat pintu. Kemudian ia mengeluarkan komik yang tadi ia baca ketika menunggu pengumuman.

Seluruh pengumuman siswa yang akan masuk kelas 9A-9I telah usai tanpa ada sedikit protes. Maklum beginilah yang namanya remaja penuh canda tawa dan emosi yang terkadang masih belum labil. Semua siswa pun yang diumumkan masuk ke ruangan 9A telah berkumpul maupun yang berada di dalam kelas maupun yang berada di luar kelas.



Di lain tempat, Agung, Wicesa dan Fahri tengah berkumpul di kantin sekolah dan sedang membicarakan sesuatu. Agung pun memulai pembicaraan.



Halaman 3 :

“ Gak kerasa ya kita semua udah sampai kelas 9 “ pikir Agung

“ Iya juga sih gung “ balas Wicesa

“ Tapi kita harus ingat ini adalah perjuangan kita salema tiga tahun ini yang tidak mudah “ kata Wicesa kepada Agung

“ Iya, awak nyaman ces…” Fahri memotong pembicaraan

“ Duh ri, astaga “ balas Wicesa

“ Ingat ri, saya bukan orang pintar buktinya masih orang pintar masih banyak lagi “ balas Wicesa dengan tegas

“ Oh iya yah “ pikir Fahri terdiam sebentar

“ Bah, apa dikit kalin bedebat ??” tanya Agung sambil membayar makanan dan minuman yang ia beli

“ Ah, gak usah dibahas lagi ces “ balas Fahri

“ Ok ri, asek Agung bayarkan makan dan minuman kita “ seru Wicesa

“ Kan jadi teman tuh harus setia kawan bro “ balas Agung

“ Ok dah gung, ayo kita kelas sapa tahu ada pengumuman “ ajak Fahri. Mereka akhrinya pergi dari kantin dan berjalan menuju ke kelas 9A. Bukan Agung namanya jika ia tidak menebar pesona kepada adik-adik kelasnya. Jadi di sepanjang perjalanan ia menebarkan pesonaya dan tak anyar ada 5 atau 7 anak langsung jatuh cinta kepada Agung.

Agung Fahriadi adalah salah satu karakter dalam novel ini yang mempunyai multi talent pokoknya dalam semau bidang Fahri adalah jagonya, hiperaktif artinya di sini anaknya yang gak bisa diam serta bikin suasana dalam novel ini yang sepi bisa berubah menjadi ramai riuh tapi itulah Agung Fahriadi tidak lupa ia juga memiliki prestasi yang cukup bagus sedangkan Wicesa Nugraha adalah seorang pemimpin F-4 dalam novel ini, anak yang sangat berpresatsi di sekolah sama seperti Agung Fahriadi, dia juga ingin jadi sebuah pengalamannya berarti dalam kehidupannya sendiri dan anak yang selalu ikut suasana.

Jangan hiraukan hal buruk yg dikatakan orang lain tentangmu. Sebenarnya mereka sedang mengungkapkan siapa diri mereka beginilah pepatah yang bisa dipakai untuk Dopang karena ia selalu dibicarakan di dalam kelas oleh teman-teamn perempuannyayang sedang berada dalam kelas karena sifatnya yang sok cool. Tak lama kemudian Agung, Wicesa dan Fahri datang masuk ke dalam kelas dan duduk di bangku mereka masing-masing. Ternyata Fahri satu bangku



Halaman 4:

dengan Dopang dan dulu ketika kelas 7 SMP mereka adalah satu teman di kelas yang bernama 7B maka tak heran Fahri dan Dopang sudah akrab.

“ Hah, Dopang apa kabar ?” sahut Fahri sambil memeluk Dopang

“ Astaga ri biasa aja lagi, gak usah pakai peluk-pelukan “ balas Dopang

“ Dasar kamu Dopang gak ada perubahan dari kelas 7 “ balas Fahri

“ Ya begitulah , aku ingin jadi diri sendiri karena itu lebih baik daripada meniru orang lain” balas Dopang

“ Dasar kamu Dopang..” sahut Fahri

“ Oh ya sini aku kenalin sama teman-temanku, maw gak? “ tanya Fahri

“ Iya “ jawab Dopang sambil kembali membaca komik. Tiba-tiba Fahri menarik tangan Dopang dan menyuruh Dopang untuk mengikuti ia ke Wicesa dan Agung.

“ Aduh ri, gak usah pakai tarik-tarikan juga “ eluh Dopang

“ Oh ya, Agung dan Wicesa ini temanku dulu namanya Dopang Andrianto kalian bisa panggil dia Dopang “ sahut Fahri

“ Oh, salam kenal ya Dopang namaku Wicesa, kamu berasal dari kelas mana waktu kelas 8 ?” tanya Wicesa

“ Aku dari kelas 8B“ balas Dopang

“ Hm, okokok “ balas Wicesa”

“ Oh ya gung , kamu sudah kenal kan dengan Dopang ??” tanya Fahri

“ Sudah barusan aja, betul kan Dopang ?” balas Agung

“ Iya “ balas Dopang

“ Oh ya semua, aku pengen duduk dulu soalnya aku lagi baca komik” pinta Dopang

“ Oh iya..” balas Wicesa

Dopang pun berjalan kembali menuju ke kursinya untuk membaca komik. Pukul 09.00, tak ada satu pun guru yang masuk ke dalam kelas maupun tak juga terdengar suara bel pertanda ada sebauh pengumuman.



Halaman 5 :

Wicesa, Agung dah Fahri tengah berdiskusi di belakang kelas dengan duduk di bawah lantai.

“ Oh iya, selama ini kita bersahabta hanya 3 orang ya waktu kelas 8 bahkan hingg kelas 9” pikir Agung

“ Benar juga tuh gung “ balas Wicesa

“ Hm, pikiranmu masuk akal juga “ balas Fahri

“ Oh ya, siapa tadi nama temanmu tuh ri ? “ tanya Agung

“ Namanya Dopang Andrianto dan nama panggilannya Dopang, memang ada apa gung ?”tanya Fahri kembali

“ Hm, kayaknya aku punya sebuah ide, tapi tunggu dulu aku masih harus pikirkannya jauh lebih matang

“ Gayamu leh…gung “ucap Fahri

“ Biarin dulu ri, sapa tahu dia lagi ada ide cemerlang, biasa Agung “ balas Wicesa. Lama Agung berpikir untuk mendapatkan ide yang ia maksudkan tadi. Fahri dan Wicesa pun mulai bosan menunggu.

“ Aha, kan kita bertiga niy ri, nah bagaimana kalau Dopang tuh kita jadikan sahabat baru kita kemudian kita kasih nama tuh nama persahabatan kita , kan keren bagaimana ? tanya Agung

“ Hm, usulmu bagus juga tuh ntar ku seret dia ke sini, hahaha” tawa Fahri sambil bangkit berdiri ingin memanggil Dopang

“ Ok ri, cepat “ balas Agung

Fahri langsung berdiri dan berlari menuju kursi Dopang. Sampai-sampai ia tidak melihat kalau ada meja di depannya akan tetapai Fahri Fahri berprinsip maju terus pantang mundur, hahaha. Back to Story, Fahri pun langsung saja menyeret dan menarik tangan Dopang tanpa basa basi.

“ Ada apa lagi sih ini ri ?” tanya Dopang mengeluh

“ Pokoknya ikut aja , kalau tidak ku cubit kamu nanti “ jawab Fahri sambil mencubit tangan kanan Dopang

“ Aduh ri sakit…ahhhh” sahut Dopang



Halaman 6 :

“ Makanya ikut ! “ kata Fahri

“ Iya, iya sudah “ balas Dopang

“ Ok, ayo kita ke belakang kelas , ada yang ingin kami bicarakan denganmu Dopang “ ajak Fahri sambil menarik tangan Dopang

“ Iya tapi tunggu sebentar, aku maw nyimpan komikku dulu ntar rusak gue dimarahin lagi temanku yang punya “ minta Dopang

“ Gak ada waktu Dopang “ balas Fahri

“ Ah sakit ri “ balas Dopang

Fahri pun langsung menarik tangan Dopang dan segara berlari sedangkan Dopang merasa kesakitan karena tangannya dari tadi terus ditarik oleh Fahri.

“ Ayo cepat duduk Dopang “ sahut Fahri

“ Uh, iya..sakit gara awak niy ri tanganku “ balas Dopang

“ Maafkan leh, aku kan manusia yang bisa bersalah dan menyakiti, hahaha” tawa Fahri

“ Ndk masalahnya aku gak nanya ri ?” tanya Wicesa

“ Oh iya dah, aku kelau “ jawab Fahri yang merasa ia tengah dikerjai oleh kata-kata skatmat andalan Wicesa.

“ Hahaha” canda Wicesa

“ Ok semua mari berdiskusi “ ajak Agung

“Nah jadi begin niy teman-teman, kan kamu Dopang adalah anak baru di kalangan kami jadi kamu mau gak jadi sahabat kami ?” tanya Agung

“ Hm, mau aja sih “ jawab Dopang

“ Ok lah berhasil langkah pertama “ balas Agung

“ Memang ada apa sih sebenarnya soalnya aku gak tau tiba-tiba Fahri datang nyeret tanganku “ tanya Dopang dengan ekspresi bingung

“ Gini nah Dopang, jadi kita bosan dari kelas 8 tuh hanya kami bertiga aja yang bersahabat jadi kami ingin ada salah satu lagi orang yang jadi sahabat kami, nah kemudian kami bingung memberi nama apa grup persahabatan kami ini apa ?” pikir Wicesa



Halaman 7 :

“ Hm oh y ces,gung and pang aku punya ide “ usul Fahri

“ Apa ri ?” tanya Agung

“ Bagaimana dengan nama F-4 ?” ususl Fahri

“ Kayak Korea aja ri “ pikir Wicesa

“ Gini soalnya Dopang dari tadi aku perhatikan pas dia masuk kelas kok senyumannya, dagunya dan pipinya mirip Lee Min Hoo dan Agung agak mirip dengan Kimbum “ balas Fahri

“ Astaga ri…” Dopang langsung menutup wajahnya

“ Makasih ri, hahaha” senyum Agung

“ Tapi gini ri siapa ketua dari F-4 ?” tanya Wicesa

“ Itu juga yang aku permasalahkan, siapa ya kira-kira ??” pikir Fahri

“ Oh ya ri, bagaimanan kalau ketuanya Wicesa kan diaudah sering banget jadi ketua kelas aku dengar sih “ usul Dopang

“ Benar juga tuuh pang, kalau kamu ri ?” tanya Agung

“ Seep, kalau ketuanya itu Wicesa “ jawab Fahri

“ Oh ya udah hak kalau aku terpilih jading ketua kita “ respon Wicesa

“ Ri, tapu apa makna dari F-4 tuh ri ???ntar kita di kira jiplak nama dari Korea lagi ?” tanya Agung

“ Betul juga tuh kata-katamu gung” jawab Fahri

“ Kalau kita belum tahu, ayo coba kita berpkir, berpikir pun dimulai “ ajak Wicesa. Mereka berempat mulai berpikir apa nama persahabatan yang mereka ambil yaitu F-4 , Agung juga mengkhawatirkan jika nanti merekaditanya mengapa mengambil kata-kata itu dan mereka diklaim menjiplak nama boyband dari Korea. Mereka lama berpkir untuk menemukan makan dan arti dari nama F-4 tesebut namun pada akhirnya masalah tersebut terselesaikan oleh usulan Dopang.

“ Aha, aku sudah dapat teman-teman makna dan arti dari F-4 versi kitt sendiri “ sahut Dopang

“Apa Dopang ?” respon Wicesa



Halaman 8 :

“ Apa pang ?” tanya Agung

“ Iya apa Dopang ?” balas Fahri

“ Jadi begini teman-teman semua, arti dan makna dari F-4 adalah…(F) itu adalah Friend yang berarti teman bahwa kita semua adalah teman, kedua makna simbol (-) ini adalah persahabatan atau pertemanan yang tak akan pernah luntur atau hilang di makan oleh zaman maupun waktu dan tidak pernah terpisahkan untuk sesuatu masalah misalkan saja untuk memperebutkan wanita serta terahkir (4) berarti anggota kita yang berjumlah empat yang terdiri dari Agung Fahriadi, Agung Ilham, Dopang Andrianto dan Wicesa dan Nugraha “ jawab Dopang

“ Betul tuh pang, bagus banget arti dan maknannya, I agrre wit your opinion “ balas Agung

“ Eyku, keluar dah bahasa Bugis tuh, hm iya bagus tuh Dopang “ balas Fahri

“ Iya aku setuju dengan maknan dan arti itu Dopang “ balas Wicesa

“ Ok semua teman-teman ..jadi ingat kita adalah F-4 yaitu kita semua sahabat, jadi jangan sampai persahabatan kita ini luntur oleh zaman tapi kalau bisa sampai kita dewasa nanti walaupun mungkin kita terpisah jarak ruang dan waktu dan jangan sampai juga kita bubar oleh masalah memperebutkan wanita, jadi kalian ingat semua ???” tanya Fahri

“ Ok, kalian bisa pegang janjiku “ jawab Dopang

“ Seep Fahri..” jawab Agung

“ Okokok ri “ jawab Wicesa. Tak terasa mereka berdiskusi hingga pukul 10.00 untuk hanya atau jiak dihitung-hitung sih sekitar 1 jam dan bel pun berbunyi menyapa setiap kelas untuk membertahukan bahwa waktu pualng telah tiba. Agung, Dopang, Fahri dan Wicesa pun mulai bersahabat dan berteman. Mereka pulang bersama-sama dan untuk sementara hanya mereka berempat yang tahu tentang nama grup persahabtan kita yang diberi nama F-4.

Mereka pulang berempat dan tepaksa Wicesa duluan pulang karena jarak rumahnya yang dekat dari SMPN 1 Tenggarong.

“ Oh ya, teman-teman duluan “ sahut Wicesa

“ Ok ces “ balas Fahri. Yang tersisa kini hanya Agung, Dopang dan Fahri. Namun pada akhirnya semua berhasil kembali menuju ke rumah mereka masing-masing.



Pesan /Amanat dari Bab 1 ini adalah :

Jagalah persahabatan Anda jangan pernah Anda menduakan persahabatan hanya untuk masalah yang biasa saja karena persahabatan akan selalu ada hingga kita menghembuskan nafas kita yang terahkir



Nantikan Bab 2 dari F-4 version of the boys at 9A



....."Salam Kami F-4...."...